July 31, 2014 — 535 views

[Review] Ghost in the Shell ARISE Border 3 – Ketika Mayor Kusanagi Bercinta

arise3

Ghost in the Shell ARISE Border 3: Ghost Tears

Tahun Rilis: 2014
Panjang: 60 menit
Genre: SciFi, Action, Cyberpunk

Produksi: Production I.G.
Adaptasi: “Ghost in the Shell” oleh Shirow Masamune
Sutradara: Murata Masahiko, Takeuchi Atsushi
Komposisi Cerita: Ubukata Tow
Desain Karakter: Kise Kazuchika
Desain Mekanikal: Yanase Takayuki
Pengarah Fotografi: Tanaka Koji
Pengarah Artistik: Mashiki Takaaki, Takeda Yusuke
Pengarah Suara: Iwanami Yoshikazu
Editing: Uematsu Junichi
Musik: Oyamada Keigo (Cornelius)
Lagu Tema: “Ghost in the Shell Arise” oleh Cornelius, “Heart Grenade” oleh Sean Lennon

Mayor Kusanagi Motoko telah mengumpulkan orang-orang kompeten untuk timnya: Batou, Paz, Ishikawa, Borma, dan Saito. Mereka langsung terjun dalam operasi untuk menghentikan baku tembak setelah broker senjata gagal menemukan harga yang cocok.

01

Tetapi kejadian itu hanya merupakan pengalih perhatian dari pengeboman yang terjadi di sebuah bendungan. Semua pelaku dalam baku tembak itu ternyata merupakan sisa-sisa pengikut Scylla, seorang hacker kelas Super Wizard dari kaum Qhardi. Disinyalir bahwa beberapa kasus pengeboman ini melibatkan organ-organ prostetik untuk tujuan yang belum diketahui. Selain itu, Kusanagi juga menduga otak cyber para pelaku terinfeksi virus yang sama dengan virus yang memberikannya ingatan palsu.

02

Tim Kusanagi meminta akses database dan dana operasi pada Section 9 melalui Aramaki, tetapi yang bersangkutan menolak kecuali Kusanagi bisa mencari satu orang lagi agar timnya bisa disokong oleh Section 9. Sementara itu, Togusa yang masih bekerja di kepolisian juga menyelidiki kasus yang sama karena seorang detektif disinyalir menjadi salah satu korban. Dugaan awalnya, ini merupakan sebuah tunnel ops dimana aksi dilakukan dari dalam target.

Semakin banyak pemboman yang terjadi, tim Kusanagi dan Togusa harus selangkah lebih depan dari musuh-musuhnya. Bisakah mereka menghentikan pemboman selanjutnya?

03

Border 3 dari “Ghost in the Shell ARISE” ini akhirnya menampilkan seluruh tim original dari sang Mayor bekerja seperti di film dan serial “Stand Alone Complex”. Setidaknya Mayor tak usah melakukan semua tugasnya sendirian lagi. Jadi apa yang sekarang Mayor lakukan? Bercinta!

04

Romansa menjadi tema utama kali ini. “Ghost Tears” menampilkan sisi lain dari Mayor Kusanagi. Meskipun sudah berkali-kali ganti tubuh dan prostetik, Mayor tetap seorang yang berhati manusia karena dia juga bisa memiliki kekasih. Adalah Hose Akira, seorang teknisi prostetik yang menjadi pasangan affair sang Mayor. Akira jugalah yang secara rutin melakukan tuning pada tubuh Kusanagi, serta mengobati kakinya yang terinfeksi virus.

Saya sendiri menemukan hati lembut Mayor cukup menarik, karena Mayor juga ternyata bisa bertingkah layaknya gadis didepan pacarnya. Mungkin cukup diluar karakter, tapi ingat juga bahwa ARISE merupakan seri prekuel yang tak berhubungan dengan film original dan “SAC”.

Ada banyak investigasi disini, sementara aksi disimpan di bagian akhir setelah semua misteri terkuak. Tak seintens Border 2 sih, dan sepertinya I.G. akan menyimpan yang terbaik di Border 4: “Ghost Stands Alone”. Akhirnya Mayor pakai jumpsuit juga!

05

Terdapat satu…DUA bagian yang lucu dimana Batou mencoba menggoda Mayor Kusanagi, terutama soal pacarnya. Mayor yang kesal lalu menyusup ke otak Batou dan menggunakan lengannya sehingga Batou terlihat menonjok wajahnya sendiri.

Dari bagian musik yang saya minati dalam ARISE, tak banyak perubahan dalam soundtrack, sama seperti Border sebelumnya. Oyamada Keigo aka Cornelius (eks. Flipper’s Guitar) menyajikan musik electronic-jazz yang cyberpunk-ish. Ada juga versi slow dari lagu openingnya.

Tapi yang membuat saya cukup terkejut adalah lagu endingnya dimana Cornelius menulis lagu yang dinyanyikan oleh Sean Lennon, anak kandung dari almarhum John Lennon dan Yoko Ono.

06

Overall, saya merasakan peningkatan yang perlahan dari Border 1 hingga 3. Setidaknya cukup untuk membuat saya menunggu hingga Border 4. Kalian fans GitS? Jangan lewatkan yang satu ini.

In Case You Missed It...