July 28, 2014 — 412 views

[Ulasan Doujinshi] Neko to Mangekyou – Bokura no Live ~Shinjiru Kokoro ga Hiraku Asu~

Bagi kalian yang menonton Lovelive! School Idol Project sampai habis, tentunya kalian ada beberapa episode yang menarik perhatian kalian, salah satunya bagi saya adalah episode 5, musim kedua, “The New Me”, cerita yang menceritakan tentang perubahan Rin menjadi seorang gadis feminim, karena kepergian ketiga anak kelas 2 yang sedang wisata sekolah.

Pada saat yang bersamaan dengan kepergian trio kelas 3, μ’s dijadwalkan akan manggung di salah satu acara fashion show, dan mereka akhirnya menetapkan Rin sebagai posisi center. Setelah pergolakan batin dan berhasil melaluinya, akhirnya Rin mau menjadi posisi center dan jujur kepada dirinya sendiri, sehingga acaranya berakhir dengan sukses.

Doujin yang akan dibahas selanjutnya juga akan mengambil topik yang kurang lebih mirip dengan episode ini, tetapi bedanya adalah doujin ini dibuat sebelum musim kedua anime ini tayang, sehingga hanya kebetulan saja topik yang diambil mirip.

Yang pertama berjudul Bokura no Live ~Shinjiru Kokoro ga Hiraku Asu~, yang diterbitkan pertama kali di Comic Market 85, musim dingin tahun lalu, oleh circle Neko to Mangekyou, tebal buku sekitar 64 halaman. Beda dengan di anime, cerita ini akan berfokus kepada Maki dan Eli.

Awalnya diceritakan Eli yang kebingungan akan apa yang harus mereka lakukan, karena pada tanggal yang sama, trio kelas 2 pergi berwisata, serta Nozomi dan Eli harus mengikuti rapat OSIS, sehingga hanya tersisa 4 orang untuk melakukan pertunjukan yang juga digelar di sekolah.

“Baik-baik saja kan? Bukannya untuk saat seperti inilah, kita semua berlatih keras setiap harinya?”

Akan tetapi, pada saat mereka membicarakan masalah tersebut bersama, Maki, dengan rasa percaya diri yang tinggi, mengatakan mereka akan tetap tampil, meskipun hanya berempat pada awalnya, karena pada akhirnya kedua orang tersebut juga akan menyusul, pada saat mereka selesai rapat.

Untuk penampilan kali ini, Eli juga telah menyiapkan lagu baru untuk mereka bawakan. Setelah berlatih selama beberapa hari, akhirnya tiba saatnya mereka untuk tampil.

Awalnya semua berjalan lancar, sampai setelah beberapa lagu, Eli dan Nozomi tak kunjung menyusul mereka. Bukan hanya itu, bahkan rapatnya semakin memakan waktu.

Di tengah keputusasaan dan keragu-raguan, akhirnya Maki memutuskan untuk pergi melihat keadaan Eli dan Nozomi.

Maki, sempat ragu akan kedatangan mereka, karena ia mempertanyakan pada dirinya sendiri, kenapa Eli dan Nozomi masih tetap berada di ruangan OSIS tersebut? Kenapa mereka tidak kunjung datang dan membantu keempat anggota tersebut?

Sesampainya di depan pintu ruangan tersebut, Maki sempat berpikir untuk mengetuk pintu, sampai ia mendengar suara dari dalam ruangan tersebut.

Salah satu anggota OSIS mempertanyakan, kenapa Eli tetap menjalani rapat ini, meskipun bentrok dengan penampilan mereka. Eli menjawab pertanyaan tersebut :


“Benar, pada awalnya aku sangat bingung dengan apa yang harus kulakukan. Sampai saat ini, kami selalu melakukan aktivitas dengan menyatukan kekuatan dari sembilan orang, tetapi karena alasan itulah, aku tetap bersikeras untuk mengadakan live kami.”

“Kami adalah School Idol, bila kami lulus, semuanya akan berakhir.. Tetapi aku tidak ingin μ’s untuk berakhir begitu saja. Misalkan kami lulus pun…

“Awalnya, aku juga sangat ragu dengan keempat orang tersebut, sampai pada saat itu.. ada seorang anak kelas 1 yang bilang kami tetap akan melakukannya meski hanya berempat!”

“Aku sangat senang, karena itulah, aku percaya bahwa μ’s yang sekarang bisa berdiri sendiri, maka dari itulah kami berada di sini”

Mendengar hal itu, Maki akhirnya memutuskan untuk kembali ke panggung, dan menyanyikan lagu yang dibuat oleh Eli, yaitu Snow Halation.

Setelahnya, Eli dan Nozomi akhirnya menyusul mereka, dan ikut manggung untuk lagu terakhir, dan semuanya berakhir dengan baik.

Kesan :

Konsep yang diambil agak berbeda dengan akhir dari seri ini, yaitu pembubaran μ’s setelah anak kelas 3 lulus, sebaliknya di dalam doujin ini, adanya keinginan dari para anak kelas 3, agar para adik-adik kelasnya bisa meneruskan sesuatu yang telah mereka pupuk bersama, agar bisa mandiri dan melanjutkan kegiatan mereka, tanpa perlu adanya topangan dari para anak kelas 3.

Ayase Eli, sebagai sang ketua OSIS, dan juga member terakhir yang masuk ke dalam μ’s , tidak ingin meninggalkan para member μ’s dalam keadaan terikat dengan para anak kelas 3, sehingga ia membutuhkan sebuah “jawaban”, agar mereka bisa lulus dengan tenang, yang akhirnya terjawab oleh salah satu anak kelas 1, yaitu Maki.

Nishikino Maki, seorang anak orang kaya yang pada awalnya masuk ke dalam μ’s karena melihat kegigihan ketiga orang yang terus berjuang menggapai tujuannya, yang juga memiliki kebanggaan yang tinggi dalam dirinya, yakin bahwa mereka dapat tampil meski hanya berempat. Akan tetapi, keyakinan tersebut didapat dari kepercayaan atas para anak kelas 3 yang akan menopang mereka pada saat mereka di dalam kesulitan.

Akan tetapi, pada akhirnya, Maki bisa membuktikan kepada mereka, kalau ia bisa berdiri sendiri, dan juga dengan penampilan solonya, meyakinkan kepada para anak kelas 3 yang akan lulus tersebut, kalau mereka tetap akan bisa berjalan, meskipun pada akhirnya para anak kelas 3 akan lulus, dan meninggalkan mereka.

Kesimpulan :

Sang pengarang doujin ini adalah penggemar berat Nanjou Yoshino, dan sebenarnya doujin ini terinspirasi dari salah satu interview Nanjolno di Lis-ani 14, dimana ia ingin melihat perkembangan Eli, maka sang doujinka membuat cerita yang berkaitan dengan kelulusan, dan bagaimana para karakter tersebut akan menghadapinya.

Boleh dibilang, ini adalah salah satu doujin Lovelive! dengan cerita yang terbaik yang pernah saya baca sampai saat ini, dan juga merupakan salah satu faktor yang membuat saya jatuh cinta dengan karakter Maki, dan juga merupakan salah satu alternatif bagaimana apabila Snow Halation adalah buatan Eli.

Sumber : Pixiv

In Case You Missed It...