July 22, 2014 — 2900 views

[Sudut Pandang] Kecanduan Anime?

Tulisan ini semata-mata hanya opini dari penulis. Budayakan membaca hingga selesai supaya tidak ada kesalahan pahaman diantara kita. Selamat membaca.

Menonton anime memang menyenangkan, apalagi kalau cerita yang disajikan sangat menarik, tidak mudah ditebak jalan ceritanya, yang jelas membuat penasaran disetiap episodenya. Anime sendiri adalah sebutan dari film animasi buatan Jepang. Belakangan ini penggemar anime khususnya di Indonesia pun mulai bertambah banyak terlebih sudah banyak sekali FanSub (situs penyedia terjemahan anime) yang menyedikan berbagai macam judul-judul anime.

Saya sendiri pun mengakui bahwa menonton anime merupakan hobi yang menyenangkan, tapi entah kenapa saya mulai berfikir ini bukan hanya hobi semata namun sudah bisa terbilang kecanduan. Hobi menonton anime biasanya dilakukan oleh pelajar baik tingkat SD, SMP, SMA bahkan sampai Kuliah tak jarang juga saya menjumpai orang yang sudah bekerja pun masih ada yang kerap menonton anime dan beberapa mungkin menonton dengan intensitas yang tidak terlalu berlebihan seperti yang dilakukan pelajar yang bisa bela-belain begadang buat menonton secara maraton.

Ya, banyak pecandu film animasi Jepang ini beralasan bahwa menonton anime akan terbebas dari pergaulan bebas, merokok, mabuk-mabukan, balapan liar, dsb. Memang pernyataan itu tidak salah namun dampak yang dihasilkan apakah berbeda? Oh, tentu dampaknya yang dihasilkan dari kecanduan anime pun tidak kalah berbahaya daripada kecanduan dengan hal-hal tadi seperti rasa ngantuk saat beraktifitas, rasa malas yang berlebihan, terkadang bisa sampai lupa waktu, bahkan yang lebih parah lupa waktu untuk beribadah dan menjadi suka membantah orang tua. Hal tersebut masih tergolong umum, terkadang bahkan ada dampak seperti tekanan psikologis semacam galau atau depresi setelah menonton beberapa judul anime. Bahkan awal mulanya pun tidak jauh berbeda, awalnya hanya ditawarkan untuk menonton anime oleh teman, trus akhirnya minta lagi, lagi dan lagi, tidak puas sampai disitu akhirnya mulai mencari di Mbah Google dan mulai download sendiri. Sama kan?

Namun, apakah ada hal yang membedakan antara kecanduan anime dengan kecanduan hal-hal lainnya. Rasa senang, rasa stres menjadi hilang, sepertinya masih sama juga ya? Trus bedanya apa, jelas ada yang berbeda, beberapa judul anime mempunyai cerita yang mengandung pesan moral dan juga bisa jadi inspirasi yang sangat-sangat bagus sekali seperti tidak mudah menyerah, persahabatan, cinta yang tulus, optimis, mati-matian belajar supaya menjadi lebih baik dan masih banyak lagi hal-hal baik yang ditawarkan oleh anime, apakah hal tersebut ditawarkan pada pegaulan bebas, merokok, narkoba? Tetapi hal tersebut jangan cuma masuk mata kanan keluar mata kiri, cuma dilihat saja tidak pernah dilaksanakan. Tidak usah khawatir semua itu ada prosesnya bahkan mie instan pun yang katanya instan pun tetap pakai proses kan. Sherina Munaf salah satu penyanyi muda berbakat asal Indonesia, salah satu lagu yang berjudul Akan Kutunggu pun terinspirasi dari dari kisah Hinata dan Naruto, selengkapnya bisa dibaca di sini. Apakah sudah ada anime yang meninspirasi mu, sudahkah dilaksanakan?

“Menonton anime itu baik asalkan pesan moral yang baik yang tertunya menginspirasimu tidak hanya untuk ditonton saja tetapi harus kita lakukan, karena pada dasarnya anime itu bertujuan untuk menyebarkan sesuatu yang baik secara luas.”

Kalau kamu bagaimana? Tuliskan sedikit kisahmu pada kolom komentar. :D

nb: bilamana ada kata-kata maupun kalimat yang terlihat rancu/aneh silahkan tuliskan kritik dan saran pada kolom komentar. :D

In Case You Missed It...