July 22, 2014 — 739 views

HaruTaka, dan kenapa mereka OTP saya.

[POST INI MENGANDUNG SPOILER untuk seri Kagerou Project]

Bagi yang suka sama Kagerou Project, mungkin tahu soal coupling HaruTaka, alias coupling dari Kokonose Haruka dan Enomoto Takane.

Saya? Cinta saya sama si pasangan bodoh nan menggemaskan ini sangat mendalam lebih dari pada cinta saya pada KagePro sendiri. Benar-benar OTP saya diantara semua OTP lain untuk saat ini (OTP = One True Pairing), dan saya ingin menuliskan kenapa.

(Ini remake dari beberapa blog post saya di KAORINusantara terutama yang ini, tapi dengan lebih sedikit lewd-ness.)

Secara garis besar, latar belakang hubungan mereka patut disandingkan dengan kisah komedi romantis ala shoujo manga atau malah setting galge. Cowok yang polos yang dense sama cewek yang tsundere, harus berduaan di satu kelas khusus di labotarium sains karena mereka penyakitan. Sang cowok, Haruka, kelewat polos sampai suka tidak lihat situasi. Sang cewek, Takane, sering nggak bisa jujur dan jadi kesal dengan Haruka.

Tapi, hubungan mereka tidak hanya sedangkal itu. Mungkin, kalau kamu hanya menonton Mekakucity Actors kamu akan merasa begitu. Tapi jika kamu membaca novel dan komik Kagerou Daze, hubungan mereka digambarkan dengan lebih dalam, memberi latar belakang lagi pada animenya.

Di novel, latar belakang Takane lebih dijelaskan. Hanya tinggal berdua dengan neneknya karena orangtuanya kerja di luar negeri, Takane dan penyakit narkolepsinya membuatnya susah berinteraksi dengan teman-teman sekelas. Hal ini membuat Takane tidak suka bersosialisasi dan memilih begadang sambil main game sebagai ganti hubungan antar manusia, sampai akhirnya dia masuk SMA….

Di SMA, dia dibuat sekelas berdua dengan Haruka, seorang pemuda yang memiliki penyakit lebih parah dari dirinya, semacam sakit jantung. Dilihat dari bagaimana mereka memanggil satu sama lain dengan nama depan, mereka terlihat sangat dekat, meski kisah pertemuan pertama mereka tidak benar-benar dijelaskan.

Tapi bukan cuma latar belakang saja yang membuat saya suka, kok. Mereka juga punya chemistry yang bagus.

Pertama, Takane.

Sebelumnya saya ingin katakan, Takane itu salah satu Natural Tsundere terbaik dalam sejarah Tsundere. Meski karakterisasi Takane di anime sedikit dikacaukan sehingga tak terlihat, ke-tsunderean dia benar-benar sangat kompleks tapi tetap terasa natural.

Takane menggunakan dinding Tsun, karena dia tidak merasa nyaman bersosialisasi dengan orang lain. Karena dari SMP orang lain menganggapnya susah didekati terutama karena penyakitan dan pendiam, maka dia memilih menjadi demikian daripada orang lain jadi terlalu berhati-hati dengannya. Dia mengkompensasikan tidak adanya hubungan sosial dengan bermain game, membuatnya sering begadang dan jadi galak karena kurang tidur.

Karena segala hal tersebut, Takane pun jadi sangat blak-blakan soal hal yang tidak disukai, tetapi gantinya dia tidak bisa jujur terhadap apa yang dia sukai. Bahkan dia menganggap game yang dia sukai terlalu aneh untuk anak perempuan dan tidak bisa dengan mudah mengakui kesukaannya.

Tetapi, meski begitu, Takane memiliki sifat dasar yang baik hati, kuat dan perhatian terhadap sekitarnya. Meski tidak mudah mengakui perasaannya sendiri, Takane berusaha mendukung orang yang dia sayangi dengan caranya sendiri.

Meski begitu, sering ada saatnya ketidakjujuran Takane membuatnya kesulitan. Diantaranya adalah bagaimana dia tidak dapat menyatakan perasaan cintanya pada Haruka sampai ‘saat terakhir’nya karena terlalu terlambat….

Dan itu kenapa Takane itu waifu saya— Oh, saya harusnya membahas HaruTaka. Maaf, ayo kita bahas Haruka sekarang.

Sekarang kita ke Haruka. Berbeda dengan Takane, Haruka sangat ceria, seolah dia tidak pernah memikirkan soal penyakitnya sama sekali. Jika Takane sangat tomboy dan maskulin untuk gadis seusianya, maka Haruka sangat terlihat feminin dan lembut untuk pemuda seusianya.

Haruka selalu terlihat tersenyum, menantikan hal-hal sepele dalam hidup meski dia tidak bisa melakukan kebanyakan dari hal yang dia nantikan karena penyakitnya, seperti festival olahraga. Dia senang mengungkapkan apa yang dia sukai, seperti hobinya menggambar dan makan, seolah dia ingin hidup sepuas mungkin meski dihalangi penyakitnya.

Tetapi, Haruka yang tidak suka merepotkan orang, sering sekali menahan diri dari apa yang paling ingin dia ungkapkan sebenarnya. Mungkin, sebenarnya banyak hal yang dia sesali, tapi dia tidak pernah mengungkapkannya karena takut membuat orang lain khawatir. Di anime juga terlihat kalau dia ingin jadi biasa dengan tubuh kuat, seperti yang lain.

Seperti saat festival sekolah, dimana Takane harus memarahinya terlebih dahulu agar dia mau mulai mengerjakan apa yang dia lakukan; sebuah shooting game. Dimana sebelumnya, Haruka mengganggap dirinya hanya merepotkan Takane dan Kenjirou-sensei kalau dia memaksakan kehendaknya.

Karena itu, kombinasi mereka sungguh sangat menggemaskan, karena itu saya sangat suka. Takane yang tomboy, kuat dan baik tapi sulit jujur akan apa yang dia sukai, sementara Haruka yang sedikit feminim, lembut dan senang tersenyum, namun membutuhkan dorongan sebelum menuruti perasaannya.

Rasanya, mereka seperti saling melengkapi. Selain itu, mereka ini bisa dibilang salah satu pasangan paling canon juga di KagePro, lho.

Bahkan sampai ‘saat terakhir’ Haruka sebelum akhirnya dia diubah paksa jadi Konoha, Haruka sangat ingin bertemu dengan Takane. Meski kalau mereka saling mencintai, Haruka mungkin kesulitan mengungkapkannya karena takut jadi beban.

Memang tidak heran bila Haruka memang mencintai Takane secara romantis karena Haruka memang mengganggap Takane sangat spesial, seperti yang pernah dituliskan di salah satu edisi majalah Pash.

Sementara seperti yang sudah diketahui sebelumnya, Takane ingin menyatakan perasaan cintanya pada Haruka….

Duh, kalian kenapa nggak nikah saja sih. //HEH

Ets, memang post ini keseluruhannya tentang HaruTaka, tapi jangan salah, saya juga menyukai mereka sebagai Konoha dan Ene, alias KonoEne. Konoha memang bukan sepenuhnya Haruka, tapi terlihat dia masih perhatian sama Takane, setidaknya di anime dimana dia melindungi Takane dari tembakan Kenjirou.

Sementara Takane sebagai Ene sendiri nge-tsun sama Konoha, karena dia masih mencintai Haruka dan merasa dikecewakan dengan kehadiran Konoha yang bukan sepenuhnya Haruka…..

Oke, segitu saja dulu. Kurasa, bisa lebih panjang lagi kalau dibiarin. Yah, saya hanya berharap Haruka dan Takane mendapatkan happy end yang sepantaran dengan perjuangan mereka berdua. Mungkin sudah dapat di anime, tapi belum tahu deh di Novel ato Manga….. atau secara keseluruhan.

In Case You Missed It...