November 9, 2017 — 198 views

Melampaui Cahaya: Dari 0 Menuju 1 (Bagian 2)

Kembali lagi dengan ulasan tentang Love Live Sunshine… Tidak terasa sudah 5 episode kita lewati yang artinya kita sudah hampir mencapai setengah jalan dari total jumalh episode untuk season 2 kali ini. bagaimana kesan teman-teman, terutama untuk 2 episode terakhir?

PART 2: FROM 0 TO 1

“Unfortunately there’s nothing left here.
The members of Muse didn’t leave anything behind.
That’s how they wanted it.”

Dari bagian sebelumnya, μ’s mengakhiri kisar mereka dengan BokuHikari sebagai sebuah realisasi dari kisah semua orang (minna no monogatari kangaeteru). Sekarang, dengan cahaya itu, Chika, You, Riko, Ruby, Hanamaru, Yoshiko, Mari, Kanan, Dia, akan mengejar cahaya itu sebagai sebuah grup School Idol, Aquors.

Kisah mereka baru saja dimulai. Sama seperti setiap grup baru, perjalana mereka dimulai dari menemukan identitas grup mereka. Apa yang membuat mereka terus bergerak? Apa saja hal-hal yang membuat mereka terus Bersama-sama menjadi satu? Yang terpeting, apa yang mereka coba capai sebagai sebuah grup?

Uchiura, Numazu, dan Dunia

“And where there should have been nothing, a light keep shining inside us.
That was what we came from. What Aqours came from.
We’re going to make our story come true!
With this shining light!”

Uchiura, Numazu. Sebuah kota kecil yang berlokasi di ujung utara dari Izu Penisula, yang juga dikenal sebagai tempat yang sangat jelas untuk melihat pemandangan Gunung Fuji. Beberapa permandian air panas dapat ditemukan dengan mudah di kota ini, membuatnya menjadi tempat wisata yang menarik. Area ini juga diberkahi dengan iklim laut yang hangat yang berasal dari arus Kuroshio. Dari data Desember 2016, estimasi populasi di Numazu adalah sekitar 193,678 orang, dengan kepadatan penduduk sekitar 1,036 orang per km2. Pada tahun 2017, data estimasi jumlah penduduk di Jepang adalah sekitar 126,672,000 orang, yang artinya populasi Numazu bahkan tidak mencapai 1% total populasi Jepang secara keseluruhan.

Memiliki total populasi kurang dari 1% dari total populasi Jepang dan mengandalkan pendapatan dari produk-produk laut, hasil pertanian lokal berupa jeruk, green tea dan kubis, Numazu seharusnya tidak pernah menjadi kota yang terkenal. Bahkan, Sekolah Menengah Nagaisaki, sekolah yang menjadi basis dari Uranohoshi, hanya memiliki 74 murid. Yang lebih parah, sumber murid potensial mereka, dari Sekolah Dasar Uchiura, hanya memiliki 52 murid dengan hanya 7 murid yang ada di kelas 6. Ini artinya dalam tahun-tahun mendatang, sangat berpotensi hanya kurang dari 10 murid baru yang masuk ke sekolah Nagaisaki. Menimbang Jepang yang mengalami penurunan pertumbuhan populasi dan banyak penduduk berusia lansia, tidak heran di masa depan, tidak ada penduduk yang tersisa di Uchiura. Tidak heran bahwa Numazu, terutama Uchiura, adalah kota yang tenang dengan biasanya tidak ada orang yang datang. Namun, tiba-tiba pada tahun 2016, Aquors muncul di Numazu, dan banyak orang datang ke Uchiura.

Melihat kolaborasi yang telah terjadi di Numazu dan Uchiura saja, tidak dapat dipungkiri bahwa Aquors telah sukses menginvasi Numazu. Dimulai dari rilis CD Koi ni Naritai Aquarium, cabang sebuah toko anime “Gamers” yang membuka toko di Numazu. Juga penting dicatat bahwa Aquors hadir saat hari pembukaan Gamers di Numazu untuk memotong pita tanda dibukanya toko dan juga menjadi 9 orang customer pertama yang memasuki toko ini. Lalu, Awashima Marine Park, yang menjadi acuan Koi ni Naritai Aquarium juga mengalami perubahan yang besar setelah album keluar. Sekarang, terdapat gulungan yang terpasang di dinding berupa gambar dari member Aquors yang merepresentasikan kolaborasi antara Awashima Marine Park dengan Aquors. Pernak-pernik original Aquarium yang muncul di PV seperti Uchichi dan lushie Coelacanth, juga mendapatkan popularitas yang tinggi. Uchichi bahkan tampil di banyak aktivitas Aquors seperti pada kemunculannya di Happy Party Train tour dalam bagian lagu Sunshina Pika Pika Ondo.

Sekarang, setelah 1 tahun berlalu, kita dapat mengatakan bahwa Aquors telah benar-benar ‘membajak’ Numazu dan Uchiura secara harfiah. Juga, makanan-makanan lezat dank has dari kota ini banyak diperkenalkan melalui beberapa media Aquors. Ini memicu banyaknya kolabolaris dari banyak toko-toko di Numazu dan Uchiura dengan LLSS. Hampir semua toko kini menjual banyak pernak-pernik Aquors. Mereka bahkan membuat kolaborasi resmi dengan barang berbasis Uchiura seperti mikan Chika yang dijual di sana. Sebuah toko manisan, Shougetsu, bahkan pernah menjual dorayaki dengan selai mikan seperti yang ditunjukan dalam Teku Teku Aquors.

Membicarakan tentang Teku Teku Aquors, ini dapat dilihat bagaimana kota ini banyak diwarnai dengan gambar-gambar Aquors mulai dari Yasudaya Ryokan, yang menjadi acuan rumah Chika, memiliki banner LLSS di pintu masuk. Restoran di Numazu juga menjual banyak makanan seperti yang ada di Anime, contohnya Fallen Angel Tears dan Stewshine special Mari. Transportasi public disana juga bahkan memuat banyak konten LLSS. Taxi, Kapal, dan Bus pasti memiliki stiker-stiker Aquors. Dengan dirilisnya Happy Party Train, jalur kereta Izu Hakone juga terdapat stiker HPT di kereta tersebut dengan para Seiyuu Aquors berpartisipasi pada pembukaannya. Mereka juga menandatangani stikrt tersebut dan menempelkannya sendiri. Kuil lokal di puncak Awashima tempat Kanan biasanya berlatih juga sering dikunjungi dengan banyak ema yang ditulis dengan banyak harapan terkait dengan Love Live Sunshine.

Juga, terdapat banyak video yang menampilkan Uchiura dan Numazu baik dari sumber resmi atauoun tidak resmi. Dari video tersebut, ada satu video yang dengan detail membahas pencapaian Numazu setelah invasi dari LLSS. Dikatakan disana bahwa sekarang Numazu menjadi salah satu kota yang orang-orang ingin kunjugi dan jumlah pengunjung terus meningkat sejak adanya Aquors. Mereka juga mewawancara seorang pemilik toko di Numazu dimana dia mengatakan bahwa penjualan tokonya meningkat tajam karena banyak fans datang membeli roti Noppo, roti yang suka dimakan Hanamaru yang juga merupakan kolaborasi dengan Aquors. Informasi Turis mereka pada bulan September tahun lalu mencatat, bahwa ada 6,500 orang mengunjungi Numazu, 7 kali lipat dari pengunjung di bulan April. Dan tempat mereka banyak terdapat pernak-pernik yang disumbangkan oleh para fans, juga terdapat peta ziarah yang dibuat oleh para fans dan ditaruh di pusat informasi.

Aquors bahkan mengintegrasikan diri mereka dengan tradisi lokal di Numazu. Dimulai dari lentera yang Aquors pasang di bulan Desember dalam event lokal disana dimana Furihata Ai menghadiri acara tersebut. Mereka juga berpartisipasi dua kali di festival musim panas Numazu, dan dalam festival terakhir, mereka mengadakan live disana. Lebih mengejutkan, jika kamu adalah fans dari Jepang, seharusnya tahu bahwa biasanya festival musim panas akan berakhir dengan pertunjukan kembang api yang juga merupakan tradisi dari festival di Numazu. Namun, untuk festival musim panas tahun ini, mereka membuat kilauan cahaya Aquors sepanjang sungai seperti setting Mijuku Dreamer. Mereka juga memainkan lagu Mijuku Dreamer dalam seluruh rangkaian pertunjukan kembang api yang merefleksikan, bagaimana Love Live Sunshine telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Numazu. Dan pencapaian terbesarnya adalah seluruh anggota Aquors telah secara resmi menjadi duta atau perwakilan Numazu. Menunjukan bagaimana besar peran Aquors merubah kota yang nyaris mati menjadi kota yang penuh kehidupan kembali.

Aquors sendiri juga telah melakukan banyak hal hingga sekarang. Dimulai dari fanmeet pertama mereka dengan live, mereka telah melakukan banyak sekali aktifitas. Paling sering adalah mereka melakukan fanmeet dan niconama. Mereka juga berpartisipasi dalam pembukaan Gamers di Numazu seperti yang telah dibahas diatas.

Sekitaran waktu anime dimulai, popularitas Aquors terus menungkat. Mereka telah mengikuti berbagai acara di TV, baik itu Live ataupun menjadi tamu dalam suatu acara. Mereka muncul di acara stasiun music dan juga muncul di Lisani program. Mereka juga membuat radio show sendiri yang dibawakan oleh mereka yang bernama Uraraji.

Mereka juga telah menyelesaikan konser live pertama mereka di Yokohama Arena pada 25 & 26 Febuari lalu yang berjudul Step! ZERO to ONE yang sedikit mencerminkan anime mereka. Seteah itu, mereka diundang ke dalam libe Animelo dan juga mereka menggelar konser live kedua mereka yaitu HAPPY PARTY TRAIN tour di Nagoya, Kobe dan Saitama. Aquors tidak hanya melakukan aktivitasnya di Jepang namun juga di luar negeri. Mereka melakukan event dan dua kali live di Amerika. Bahkan dalam konser itu, staf di Amerika mempersiapkan lightstick khusus untuk live ini. Mereka juga datang di beberapa event luar negeri seperti C3 di Singapura dan Bilibili World di Tiongkok. Konser pertama dan kedua mereka juga ditayangkan secara langsung di luar negeri melalui live viewing dan delayed live viewing. Setiap anggota Aquors juga dipilih untuk merepresentasikan satu negara dalam world wide poster girl, sebagai salah satu cara mereka untuk go international.

Dalam hanya waktu satu tahun, Aquors telag membuat pencapaian yang besar dalam industry anime di Jepang dan luar negeri. Tidak hanya mereka suskes membangkitkan kembali Numazu dan Uchiura yang juga merupakan prestasi yang sangat membanggakan, sekarang dengan anime musim kedua setelah Happy Party Train, popularitas Love Live Sunshine tidak menunjukan tanda-tanda akan berhenti menanjak.

“Im finally understand.
That’s what it means to shine.
I’m going to run forward, in search of my own place…
With everyone. Someday. Someday…”

Part 2 End.


Regards…
Himizu, Soyo, Riku, & Kasturi

Referensi:

  1. https://en.wikipedia.org/wiki/Numazu,_Shizuoka

  2. http://www.gaccom.jp/en/schools-26052/students.html

  3. http://love-live.wikia.com/wiki/Userblog:LuciaHunter/LoveLive!Sunshine!!Pilgrimage_Guide

  4. https://ogiuemaniax.com/2017/10/29/love-live-sunshine-and-the-complexities-of-anime-tourism/

  • Bima Progo

    Aqours min…. bukan Aquors T_T

In Case You Missed It...