October 29, 2017 — 713 views

Melampaui Cahaya: Dari Love Live! ke Love Live! Sunshine!! (Bagian 1)

Halo teman-teman, sudah lama sejak saya membuat analisis terakhir, dan saya juga berpikir tidak akan membuat analisis lagi, tetapi saat musim kedua Love Live! Sunshine!! keluar dan seletah melihat semua foreshadowing di episode pertama dan 2 episode selanjutnya; Saya pikir saya harus menulis ini sekalian mumpung topik soal Delayed Live Happy Party Train Tour masih cukup hangat walaupun sudah terselenggarakan kemarin… Jadi, siapa saja yang kemarin menonton acara Delayed Live HPT? bagaimana pendapat kalian?

Jadi, mari kita mulai dari adegan ini. Kita semua tahu persis tentang ini bukan? Perasaan ini, Atmosfer ini dan beban yang begitu besar dalam adegan akhir dari bokuhika dalam LLM (jika tidak merasakan ini, saya rekomendasikan untuk mulai membaca tulisan saya sebelumnya tentang arti tersembunyi dari bokuhika…).

Ah! 光を追いかけてきたんだよ…

Artinya adalah: “kita dapat berada sejauh ini berkat mengejar cahaya itu”. Apa yang dimaksud dengan cahaya itu, kapan μ’s mulai mengejar cahaya itu, apa jenis kisah yang mereka buat selama mengejar “cahaya” itu.

Saya ingin berbagi dengan kalian semua, apa itu arti dari “cahaya” yang dikejar oleh μ’s selama 6-7 tahun ini, dan pada akhirnya bagaimana mereka menggapai cahaya tersebut.

Sesungguhnya, karya yang GAGAL(?)

Sub judul ini mungkin akan membingungkan sebagian orang, khususnya untuk orang-orang yang baru mengenal Love Live sejak μ’s bubar. Bahkan, orang-orang yang mengertahui μ’s dari game ataupun anime juga belum tentu mengetahui hal ini jika mereka tidak melakukan riset yang mendalam.

Mari kembali ke tahun 2010, tahun dimana Love Live pertama kali dibuat. Ketika nama μ’s bahkan belum ada. 9 orang, sebagian belum memiliki pengalaman. Hanya segilintir dari mereka yang agak terkenal, Mimori Suzuko dan Yoshino Nanjo. Itupun di tahun 2010, mereka juga baru memulai karir mereka sebagai seiyuu. Melihat anggota yang lain, banyak juga yang baru memulai karir.

Juga patut dicatat bahwa di tahun 2010, genre idol masih sangat baru dimana Idolm@ster adalah market leader untuk genre idol. Beranjut pada Agustus 2010, Bokura no Life Kimi to No Live memasuki pasar. Tidak mengejutkan bahwa album mereka tidak terjual dengan baik, hanya 434 keping yang terjual. Bahkan 10 dari CD tersebut bahkan dibeli oleh ayah dari Niita Emi (Seiyuu Kousaka Honoka), menunjukan betapa sedihnya debut mereka ketika itu.

Mari kita bandingkan dengan penjualan CD Kimi no Kokoro wa Kagayayaiterukai?, dimana pada titik ini, saat banyak fans masih asyik dengan μ’s, telah terjual 48.477 keping pada minggu pertama dengan penjualan kumulatifnya mencapai 81.285 keping. Sementara, untuk μ’s, pertama kali album mereka mencapai penjualan diatas 40 ribu keping pada minggu pertama adalah dengan Sore wa Bokutachi no Kiseki sebanyak 65.930 keping.

Dan seperti menggosokkan sejumput garam pada sebuah luka, KimiKoko sudah mendapatkan penghargaan Gold Disc dimana pertama kali μ’s mendapatkan penghargaan tersebut pada Sore wa Bokutachi no kiseki. Borarara juga tidak mendapatkan penjualan tambahan setelah minggu pertama dirilis. Perlu dicatat juga, bahwa di satu titik, Nanjo juga pernah mengatakan bahwa Love Live adalah proyek gagal dalam radio show nya dengan Kussun. Emitsun juga pernah pergi ke Starbucks untuk menikmati segelas kopi dengan Mimorin, merenungkan tentang masa depan Love Live. Melihat hal ini dari berbagai perspektif, kita dapat mengatakan mereka gagal saat debutnya, jadi bagaimana cara mereka dapat mengejar cahaya itu?

Keajaiban salju oranye

Melihat dari sub judul diatas, kalian pasti sudah tahu apa yang akan kita bicarakan pada bagian ini, bukan? Ya, ini adalah tentang Snow Halation, sering disebut sebagai lagu legendaris dari era μ’s. Bisa dibilang, semuanya baik itu Love Livers, fans anime, ataupun seseorang yang tinggal di Jepang pernah mendengar lagu ini. Ini adalah satu-satunya lagu dimana fans di Jepang ataupun di luar negeri memiliki semacam konsensus bahwa pada bagian solo Honoka, warna berubah dari putih ke oranye.

Jadi, bagaimana bisa Sunohare menyelamatkan kisah Love Live? Mudah saja, saat album kedua ini di release, Sunohare mendapatkan penjualan sebanyak 1.023 keping di minggu pertama, dan total mencapai 1.451 keping setelah akumulasi penjualan mingguan berakhir. Jika dibandingkan dengan borarara, sunohare dengan mudah mencatatkan penjualan tiga kali lipat dan terus mencatatkan penjualan tambahan setelah minggu awal tersebut. Bayangkan: borarara bahkan tidak mencatatkan lagi penjualan setelah minggu pertama yang artinya tidak ada yang berpikir bahwa ini adalah lagu yang bagus atau menarik. Sebaliknya, Sunohare, mencatatkan penjualan tambahan yang artinya dapat menarik perhatian dari para fans untuk membeli CD ini. Melihat penjualan CD tersebut, kita dapat melihat bahwa mereka sedikit demi sedikit mulai mendapatkan fans baru yang menyukai Love Live. Ini artinya, melalui lagu ini, ya lagu ini adalah lagu yang sesungguhnya menyelamatkan Love Live dari kegagalan.

Snow Halation tidak hanya menhindarkan μ’s dari kegagalan seperti yang sudah dijabarkan diatas, lagu ini sekali lagi, adalah lagu paling legendaris dari era μ’s dan sudah membuktikan status legendarisnya. Ini agak sedikit curang, tapi Snow Halation adalah lagu anime terbaik dari survey lagu anime terbaik NHK yang dilakukan dari 12 Desember 2016 hingga 10 Febuari 2017, dimana pada survey ini juga, Bokuhikari berada di posisi kedua dibawah Sunohare. Kita dapat mengatakan apapun tentang survey ini, namun faktanya, bahwa ada dua buah lagu dari Love Live yang mencapai posisi tertinggi dan di sisi lain dalam rangking anime terbaik, Love Live season 1 dan 2 berada di rangking 4 dan 5 sementara Love Live! School Idol Movie berada di rangking 9. Ingat bahwa NHK adalah saluran nasional di Jepang dimana sangat besar pangsa pasarnya dan dapat merepresentasikan bagaimana pemikiran dari fans anime di Jepang. Fakta ini menunjukan bagaimana populernya Snow Halation setidaknya untuk penonton di Jepang.

Snow Halation sangat popular hingga Emitsun mengakui dalam segmen tambahan di konser live kelima μ’s, bahwa Snow Halation adalah lagu yang disuai semua orang, Lagu ini bahkan pernah ditampilkan dalam R no Housoku, salah satu acara special dari NHK di Jepang. Dalam acara ini, dari 158 orang yang di wawancara, Snow Halation adalah lagu terfavorit. Mereka menunjukan tiga hal, mengapa sunohare begitu populer. Tiga poin tersebut adalah:

  1. Cahaya Oranye
  2. Lirik
  3. Koreografi

Poin 2 dan 3 cukup jelas dimana sebagian orang yang berkomentar tentang nomor 2, tentang lirik, menyatakan bahwa lirik Sunoare dapat memberikan orang-orang harapan untuk melakukan yang terbaik seperti saat mereka melihat Honoka dan yang lain berusaha yang terbaik dalam PV dan lirik tersebut. Untuk poin pertama juga cukup jelas bagi semua orang yang datang ke konser μ’s atau yang pernah melihat konser mereka. Ini adalah salah satu bagian terbaik dari konser μ’s, melihat bagaimana perubahan warna dari putih ke oranye adalah momen terbaik dari konser μ’s. Tetapi, pada awalnya ini tidak seperti itu, Dari LLWikia, hal ini berubah dari tahun ke tahun. Pada awalnya, tidak ada consensus untuk merubah warna sunohare ataupun warna utamanya. Namun karena sebagian orang menggunakan warna oranye ultraviolet, dimana warna ini sangat menyala dengan terang saat bagian solo Honoka, tren untuk menggunakan warna oranye terus meningkat. Dari konser kedua dan seterusnya kita dapat melihat bahwa untuk setiap konses selalu diterangi oleh warna oranye. Bahkan, Emitsun berharap para member μ’s yang lain dapat melihat perubahan warna tersebut, karena mereka tidak dapat melakukannya karena koreografi pada bagian tersebut mengharuskan mereka untuk menutup mata.

Jadi, bagaiman dengan final live? Untuk final live, sebagai keajaiban μ’s sendiri, tentu Snow Halation tidak mengecewakan. Dari laporan Love Livers di final live, setidaknya setiap orang mengatakan bahwa mereka memegang tambahan 2-3 ultra oranye. Juga ada laporan, bahwa sebagian orang memberikan UO pada mereka yang tidak membawa UO ke konser. Hasilnya? Seperti yang bisa dilihat dari gambar diatas, seluruh Tokyo Dome diterangi oleh warna oranye. Sebuah tampilan legendaris yang sepertinya tidak akan mungkin ditiru lagi. Estimasi, butuh 5 juta yen untuk menghasilkan tampilah seperti itu, Seperti Bokuhikari, kita dapat melihat bagaimana Sunohare adalah salah satu dari keajaiban nyata dari μ’s, bahkan melebihi bokuikari. Sunohare menyambungkan para livers di seluruh dunia. Semuanya mengerti bahwa mereka harus menggunakan warna putih dan oranye untuk lagu ini. Karena itu, keajaiban terjadi di Tokyo Dome yang tersinari warna oranye. Dari keajaiban kecil yang dapat membuat μ’s bergerak dari debut mereka yang gagal menjadi lagu terbaik menurut survey lagu anime NHK dan akhirnya membuat keajaiban di Tokyo Dome. Benar-benar keajaiban yang nyata.

Mengejar keajaiban

Setelah keajaiban Snow Halation, kita dapat melihat bagaimana naiknya penjualan CD μ’s dari tahun ke tahun dengan penjualan CD yang terlus meningkat dari sebelumnya. Lonjakan yang besar dapat dilihat setelah anime tayang. Penayangan anime sungguh meningkatkan popularitas dan penjualan CD, bahkan pada musim kedua, μ’s mendapakan penghargaan Gold Disc. Pada titik ini, game School Idol Festival juga keluar di tahun 2013 dan pada 2014 dibuat versi Bahasa Inggris untuk membuat orang-orang di luar Jepang untuk kenal dengan Love Live dimana sejak saat itu menjadi salah satu app favorit. Melalui itu popularitas μ’s terus melonjak.

Lalu muncul movie dengan bokuhikari yang mengakhiri seri ini, Namun, meskipun seri ini telah berakhir, popularitas μ’s tetap melonjak di Jepang dimana mereka diundang ke banyak acara televise seperti NHK, music station dan bahkan 66th Kohaku Uta Gassen, Bagi yang tidak tahu, Kohaku Uta Gassem adalah kompetisi music terbesar di Jepang yang diadakan di akhir tahun. Hanya artis pria dan wanita paling terkenal se Jepang yang dapat diundang ke dalam acara ini. Tentu nama-nama besar seperti Nana Mizuki dan T.M. Revolution sudah bernah diundang , namun belum pernah ada Idol atau Band berbasis anime seperti μ’s yang pernah diundang ke Kohaku, dimana hal ini membuat kehadiran μ’s di Kohaku merukana event bersejarah yang dapat dikatakan sebagai sebuah keajaiban catatan, pada 67th Kohaku, tidak ada idol atau band berbasis anime yang diundang. Lalu dalam puncak popularitas mereka, mereka memilih untuk mengakhiri sinar mereka dengan final live, juga sesuai dengan tema 2.5D, mereka mengakhirinya dengan lagu bokuhikari.

Kita dapat memperdebatkan bagaimana populernya μ’s, namun tidak bisa dipungkiri, Final Live meninggalkan dampak yang begitu besar bagi para Love Livers dan Jepang. Banyak love livers yang disinari cahaya dari final live, larut dalam perasaan mereka dengan tag μ’sic forever. Beberapa fans garis keras menyatakan mereka tidak akan mengikuri Love Live Sunshine karena μ’s berakhir. Di Jepang juga, final live μ’s dibicirakan di banyak acara TV bahkan hingga sekarang, sebuah bukti bawa bagaimana penting dan fenomenalnya μ’s pada para Love Livers dan Jepang. Kita dapat bilang bahwa μ’s telah menjadi cahaya matahari yang menyinari para Love Livers dan masayarakat Jepang. Bahkan setelah μ’s berakhir, pernak-pernik μ’s masih banyak dicari seperti banyak pengarang Doujin masih menggambar Doujin μ’s hingga sekarang. μ’s mulai dari sebuah kegagalan namun bisa bangkit karena sebuah keajaiban bernama Snow Halation. Dari sini, μ’s berlari hingga saat terakhir mereka dimana mereka bersinar Bersama menyanyikan Bokutachi wa Hitotsu no Hikari pada Final Live. Pada titik ini, mereka sungguh telah mecapai tempat mereka yang sekarang dengan mengejar cahaya. Menjadi sebuah matahari untuk semua orang.

Tasukette Love Live

Jadi, μ’s telah mencapai puncak dan mengakhiri siklus mereka seperti bagaimana sakura bermekaran. Seperti sakura, μ’s juga meninggalkan sesuatu, dimana berupa matahari yang menyinari hati daro seluruh Love Livers dan banyak masyarakat Jepang. Lalu, pada Dengeki G’s edisi April, sebuah proyek baru lahir dengan sebuah gambar seorang gadis berdiri di atas pantai. Kata-kata Tsukete, Rabu Raibu, yang artinya Tolong Aku, Love Live, telah memunculkan berbagai pertanyaan. Tolong untuk apa? Apa yang bisa Love Live bantu? Dan sebagainya.

Kemudian, terungkap bahwa proyek ini adalah grup baru dari 9 orang gadis yang dikenal dengan Aquors. Proyek ini adalah Love Live Sunshine, sister project dari Love Live μ’s. Dari scan awal Dengeki yang kita dapat, Aquors adalah grup dari para gadis yang mengagumi μ’s dan berharap bisa seperti mereka.

Lalu di bulan Agustus, album pertama mereka yang berjudul Kimi no Kokoro wa Kagayaiteru Kai? yang artinya “Apakah hatimu bersinar?” dirilis. Lirik ini sesungguhnya bercerita tentang bagaimana mereka telah mengetahui mimpi mereka dan bagaimana mereka mengejar mimpi tersebut. Lirik ini juga menjelaskan jika hati kita telah bersinar dan bahwa mereka akan mencoba terus menerus untuk mengejar mimpi mereka. Namun, ini menjadi pertanyaan? Apa itu artinya bersinar? Bersinar dari apa? Matahari?

Lirik ini banyak membicarakan tentang matahari, namun matahari yang sesungguhnya dibicarakan dalam lagu ini adalah cahaya dari μ’s yang telah mencapai puncaknya di bokuhikari. μ’s yang menjadi inspirasi mereka adalah matahari mereka yang menggerakan mereka untuk mencoba hal-hal baru sehingga mereka dapat mencapai mimpinya. Tentu saja, lagu ini juga menanyakan ke kita yang mendengarkannya, apakah hati kita telah bersinar? Apakah hati kita telag bersinar seperti ke 9 gadis itu bersinar karena cahaya yang diberikan dari μ’s? Terutama ketika Chika, yang sangat terinspirasi dai μ’s, membuat grup School Idol nya sendiri untuk bersinar seperti μ’s karena dia menyadari bahwa μ’s juga adalah murid sekolah menengah sama seperti mereka namun mereka dapat bersinar dengan sangat terang.

Kimikoko sebagai lagu pertama mereka yang terinspirasi dari cahaya yang diberikan oleh μ’s, menekankan dari fakta bahwa seseorang yang normal dan membosankan juga dapat mencoba bersinar seperti μ’s. Jadi sebagai Love Livers, yang telah disinari cahaya yang diberikan oleh μ’s, apakah hatimu telah berinar seperti ke 9 gadis yang bekerja keras mencapai mimpi mereka?

Lalu, apa signifikansi dari tasukete rabu rabu? Ini adalah tagline pertama dari proyek ini, seperti kanae watashitachi no yume * come true our dreams * sebagai tagline dari μ’s, ini adalah kata kunci yang akan mengarahkan proyek ini.

Dalam era μ’s, tagline mereka fokus bagaimana mereka mencapai mimpi mereka, dari kanae watashi tachi no yume, menjadi kanae minna no yume, lalu minna no kanaeru monogatari dan akhirnya menjadi minna no kanaeta monogatari come true our dreams, come true everyone dreams, story everyone realizes, and story everyone realized*.

Tagline yang berubah merefleksikan tentang cerita ini berkembang karena tasukete rabu raibu ini merupakan aspek penting di cerita ini, tapi apa artinya yang sebenarnya? Tasukete sebagai tolong aku sebetulnya sudah cukup jelas, lalu apa arti prasa Love Live? Seperti yang telah dijabarkan sebelumnya, Love Live seharusnya adalah proyek yang gagal. Fakta bahwa Love Live sukses hany dapat terjadi karena adanya keajaiban. Maka dari itu, kata Love Live identik dengan keajaiban, Artinya Aquours sedang meminta pertolongan dari keajaiban. Untuk apa?

Aquors sebagai sebuah grup baru memulai perjalanannya dan ingin bersinar seperti μ’s. Menjadi seperti μ’s yang pencapaiannya telah mejadi sebuah keajaiban bukanlah perkara mudah. Namun, Aquors masih berharap untuk bersinar layaknya yang telah μ’s lakukan. Ini makanya mereka meminta tolong pada Love Live. Mereka meminta pertolongan dari Love Live yang identic dengan keajaiban sehingga mereka juga dapat bersinar dengan terang.

君のこころ 輝いているかい

胸に聞いたらYESと答えるさ

この出会いがみんなを変える

今日も太陽に照らされってるよ

sampai jumpa di part 2…
regards,
Soyo, Himizu, Riku & Kasturi

  • Bima Progo

    Aqours min…. bukan Aquors

  • Achmad Bastomi

    bangke nih miminnya, membuka luka lama + di taburi garam. ^^

    nice article

In Case You Missed It...