April 1, 2017 — 797 views

[ANIVIEW] Kemono Friends dan Bersenang-senang

Baru saja gunung nun jauh di sana meletus, seorang gadis terbangun di tengah sabana tanpa ingatan tentang siapa dirinya.

Tak jauh darinya, seorang kucing Serval sedang beristirahat di atas pohon pasca gunung meletus. Mendengar langkah si gadis yang melintasi wilayahnya, Serval langsung menyergapnya karena mengira mereka sedang bermain kejar-kejaran.

Sebentar, ‘seorang’ kucing? Ya, betul. Serval ialah salah seorang manusia jelmaan hewan yang disebut Friends. Mungkinkah gadis yang akhirnya dinamai Kaban (‘Tas’) ini akan menemukan jati dirinya, apalagi ketika Serval ingin memandunya menuju Perpustakaan yang katanya serba tahu?

Awal dari persahabatan ialah saling memahami dan saling mengingatkan.

Kemono Friends ialah anime yang berkisah pada perjalanan Kaban dan Serval menyusuri Taman Japari, taman safari yang tampak ditelantarkan para manusia namun dirawat oleh para Friends. Selain para Friends, ada juga makhluk-makhluk asing yang menyerang para Friends tanpa sebab yang disebut Cerulean. Tapi tak peduli rintangan apapun yang menghambat perjalanan mereka, Kaban dan Serval bersama sebuah robot pengelola taman yang dipanggil “Boss” pasti akan menemukan jalan keluar yang seru dan menyenangkan.

Teman tak selamanya tertawa, tapi ia tak selamanya juga menangis.

Digarap oleh Studio Yaoyorozu, Anime dua belas episode ini sempat membuat impresi pertama yang aneh dengan presentasi full CG yang mungkin terasa asing bagi audiens yang belum pernah menonton karya sebelumnya studio ini seperti Tesagure! Bukatsumono atau yang sejenis seperti Sidonia No Kishi. Terlebih lagi, yang membedakannya lebih jauh dengan Sidonia no Kishi ialah wujud karakter-karakternya yang sangat amatir, kontras sekali dengan versi manga maupun mobile game-nya yang tutup sebelum tayang.

Lantas, seolah mengingkari dugaan-dugaan akan karamnya Anime ini bersama-sama dengan game-nya, Kemono Friends justru melesat menjadi fenomena terbesar dari seluruh Anime Musim Dingin 2017 ini. Bangkit menjadi kartun dengan jumlah tontonan terbanyak sepanjang sejarah niconico, dua kali menjadi tren dunia twitter menyaingi promo Spider Man: Homecoming, sampai penjualan buku bonus BD-nya di Amazon.jp yang hanya disaingi oleh Fate/Grand Order Material. Ada apa sebenarnya dengan Kemono Friends yang semula tampak tak menarik ini?

Bagaimana memahami perbedaan seorang teman ialah dengan mencoba mengerti ‘kenapa’ ia menjadi demikian, bukan ‘apa’ ia demikian.

Salah satu dari dua anggapan yang paling umum ialah kaitannya dengan pendekatan “Show, don’t Tell.” dalam menjelaskan setting dunia Kemono Friends. Melalui pengambilan momen-momen lingkungan yang gersang dan didukung dengan bagaimana teknologi di Taman Japari yang seolah belum seluruhnya dipahami oleh para Friends maupun Kaban sendiri, kita diajak untuk mengambil kesimpulan tentang apa yang terjadi dengan dunia yang mereka tempati itu dari episode ke episode.

Anggapan yang satunya lagi ialah bagaimana karakter-karakternya hidup saling menopang satu dengan yang lain. Bagaimana lingkungan di Japari Park tetap hidup dengan harmonis terlepas dari keberadaan Cerulean sebagai predator pemangsa Friends, serta optimisme yang tak ubahnya membuat Anime dengan slot tayang tengah malam ini bisa disejajarkan dengan kartun untuk anak-anak. Alasan demikian juga benar.

Namun yang menyatukan kedua pandangan yang berbeda ini ialah bagaimana struktur cerita yang begitu sederhana namun bermakna. Kepolosan ini terasa seperti oase di tengah kegersangan Anime-Anime yang saat ini sedang gencar ingin menyajikan kerumitan yang mudah dicerna di dalam plot, meski rumit dan mudah itu hal yang bertolak belakang sama sekali mau dibungkus sebagus apapun ia.

Teman pasti pernah bertengkar, tapi mereka juga yang menyelesaikannya.

Semenjak awal pertemuan mereka hingga di penghujung kisah, kita melihat Kaban dan Serval tak hanya maju sebagai seorang gadis amnesia dan pemandunya. Dalam pencarian jati diri Kaban, di setiap kali mereka berdua berhenti di suatu tempat, mereka tidak hanya digunakan sekadar sarana memamerkan kepiawaian akal sang tokoh utama. Kaban dan Serval mengajak kita untuk belajar akan bagaimana Taman Japari mampu bertahan hidup melalui lensa mata mereka.

Mengajar dan diajar juga langkah saling memahami antar teman.

Tak hanya itu, kesungguhan Serval dan Kaban untuk mengapresiasi segala kelebihan dan kekurangan siapapun juga menyebabkan mereka lambat laun membangun ikatan teman yang erat kepada siapapun yang mereka temui, dan menjadi jiwa yang melengkapi kisah Anime Kemono Friends. Jikalau mereka hanya diposisikan sebagai pemecah masalah mingguan, mungkin episode terakhirnya tidak akan memberi kesan apa-apa sama sekali.

Teman tidak hanya menolong, tapi mendekat.

Mungkin faktor terkuatnya yang menjadi daya tarik Kemono Friends terletak pada dinamika kedua tokoh utamanya. Serval, yang selama ini hidup tanpa mengenal makhluk selain para Friends dan Cerulean selalu didorong oleh rasa penasarannya dan Kaban, yang lambat laun memanjat keluar dari rasa takutnya di dunia yang sungguh asing ini. Semangat Serval dan Kaban untuk menikmati setiap langkah dari perjalanan mereka bisa disamakan dengan bagaimana sebuah robot bernama Alpha dari komik Yokohama Kaidashi Kikou yang tak menyesali dan menikmati penantiannya di tengah ketidakpastian masa depan dengan merawat kafe yang ditinggalkan tuannya. Bahkan ketika dunia sudah melewati kiamat sekalipun.

Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.

  • Tokei

    welcome to yokoso japari park!

    • adriennemarsh

      TANOSHIIII

  • Yohanes Pasaribu

    ICYMI, Amsal 17:17 di kutipan pada foto terakhir.

In Case You Missed It...