September 13, 2016 — 603 views

[Game Review] Tales of Zestiria

Dengan segala kontroversi yang menyelimutinya pada awal perilisannya dan adaptasi anime Zestiria the X dengan studio Ufotable yang mulai tayang pada season winter 2016. Saya tergelitik untuk mencoba Tales Of Zestiria, sebuah game Jrpg yang merupakan seri tales pertama yang rilis melalui platform steam untuk pc. Dengan pengalaman belum pernah memainkan seri tales apapun dan hanya pernah memainkan Jrpg mainstream saya semakin tertarik untuk memainkan game yang dirilis tahun 2015 ini.

Tales Of………?

Tales Of Zestiria merupakan game seri tales, sebuah seri jrpg yang sudah lama berjalan di Jepang. Game ini dibuat oleh Bandai Namco Studios dan Tri-Crecendos dengan publisher Bandai Namco Entertainment.
Tales of Zestiria menceritakan tentang Sorey seorang manusia dan Mikleo seorang seraphim yang merupakan sahabat sejak kecil pergi dari desa mereka untuk berpetualang, hingga pada saat Sorey menerima tugas untuk menjadi Shephard. Seorang manusia yang mampu bekerja sama dengan seraphim untuk mengalahkan raja kegelapan yang mulai bangkit.

Tales of Zestiria merupakan Jrpg yang saya mainkan setelah lama tidak memainkan game genre ini. Setelah memainkannya saya yakin game ini tidak seburuk yang banyak orang katakan. Tentu saja banyak nilai plus dan minus yang dimiliki game ini. Game ini dimulai dengan pace yang sangat lambat dan cenderung membosankan, beberapa jam pertama memainkannya, saya beberapa kali men save dan meninggalkannya untuk beberapa lama sebelum memainkannya kembali. Namun, setelah beberapa lama game berjalan, game ini mulai menarik dan saya bersemangat untuk menyelesaikannya.

The Good.

Great Cast Of Character

Salah satu hal yang paling saya suka dalam zestiria adalah bagaimana setiap karakter berinteraksi. Jelas karakter zestiria benar benar merupakan cliche anime. Hero yang pure, tsukkomi, sadistic-loli, Yasashi-Oneesan, Independent woman (x2), Lone Wolf, Douchebag. Namun interaksi mereka satu sama lain ditulis dengan baik dan lucu. Setiap karakter memiliki personality nya masing masing dan hal itulah yang membuat mereka unik dan hidup. Setiap karakter memiliki hubungan dengan karakter lain dan bagaimana mereka berinteraksi berbeda.

Setiap karakter mempunyai momen mereka masing masing dan membuat zestiria tidak berfokus hanya pada cerita tokoh utama melainkah tokoh tokoh lainnya. Ini membuat setiap cerita benar benar terasa seperti sebuah petualangan, belum termasuk skit, cerita pendek berbentuk visual novel yang menghibur dan merupakan hal yang paling saya sukai dalam Zestiria.

Great battle system

Hal yang membuat tales zestiria (dan seri tales sebelumnya) unik adalah mereka tidak menggunakan turn based system seperti jrpg biasa namun real time fast paced battle yang…. menenangkan. Turn battle tentu memiliki daya tarik tersendiri namun jujur, fast paced battle lebih saya sukai apalagi dengan preferensi saya yang “tekan tombolnya sampai musuhnya mati” sampai saya sadar kalau itu tidak dapat dilakukan dengan arte yang terbatas.

Salah satu yang unik adalah sistem armatized, yaitu menggabungkan dua karakter manusia dan seraph menjadi satu power up. Sistem ini mengingatkan saya pada HDD Mode pada game Neptunia yang memungkinkan karakter power up dengan batasan tertentu.

Tidak grindy (dalam kesulitan normal)

Hal ketiga yang paling saya sukai dari Tales of Zestiria adalah tidak grindy. Salah satu hal yang paling dikenal dalam jrpg adalah bagaimana untuk menghadapi boss tertentu, karakter kalian harus mencapai level tertentu jika tidak kalian akan mudah dikalahkan oleh boss tersebut. Ada orang yang menyukai grinding, tapi untuk saya yang merasa bahwa grinding dungeon yang sama merupakan bagian paling membosankan zestiria memberikan hal yang spesial.

Memainkan zestiria dengan kesulitan normal, zestiria sangat mudah untuk level up. Hampir setiap boss memberikan exp yang cukup untuk level up. Dan membuat grinding dungeon yang sama berkali kali tidak diperlukan. Ya untuk mencari drop item harus berulang kali sampai mendapatkan item yang di inginkan, namun tidak menjadi keharusan di Zestiria. Mengalahkan semua boss cerita dan optional boss sudah cukup untuk menyelesaikan game ini hingga final boss.

Great Ost

Tales Of Zestiria memiliki ost yang bisa dibilang cukup mengesankan. Beberapa dungeon dan boss memiliki bgm yang unik dan memorable. Pemilihan bgm yang tepat di beberapa scene pada game pun mampu membuat gameplay terasa lebih menyenangkan. Hal ini mengingatkan saya pada game ocarina of time, game zelda yang memiliki ost yang sangat indah pada setiap dungeon nya.

THE BAD

Cerita yang kadang tidak jelas.

Cerita zestiria bukanlah cerita yang spesial, cerita zestiria malah benar benar seperti mengambil dari buku resep bagaimana cara menulis cerita jrpg. Cerita pahlawan dan raja kegelapan tentu bisa menjadi bagus jika ditulis dengan bagus, namun tidak untuk zestiria. Ya, karakter ditulis dengan baik, namun tidak untuk ceritanya sendiri.

Background karakter seringkali tidak jelas namun tiba-tiba berhubungan, karakter yang tiba-tiba pergi tanpa penjelasan lebih lanjut, karakter yang tiba-tiba menjadi penting dan ketidakjelasan lain yang membuat cerita zestiria kurang bagus dan tidak begitu spesial dibandingkan interaksi karakternya sendiri.

Grafis yang seharusnya bisa lebih baik

Ya, Tales of Zestiria merupakan jrpg yang biasanya tidak terlalu mengedepankan grafis pada gameplay nya. Zestiria sangat baik dalam hal membuat environment yang sangat indah pada setiap bagian nya, naamun zestiria memiliki grafis yang saya anggap kurang untuk sebuah game yang dirilis pada tahun 2015. Banyak low poly dan texture yang sering saya jumpai saat bermain. Gerakan karakter pun terasa kaku saat cutscene dan tidak jauh berbeda dari seri tales sebelumnya. Grafis game yang kurang dipoles dengan baik ini menjadi salah satu hal yang sangat disayangkan untuk zestiria yang merupakan judul seri tales memperingati hari jadi tales ke 20 tahun.

It is worth your money?

Seri tales ini merupakan salah satu judul jrpg yang secara mengejutkan, membuat saya mampu menghabiskan banyak waktu didalamnya. Ya, walau bertema sangat klasik dan memiliki kekurangan disana sini, seri ini cukup menyenangkan untuk dimainkan. Pemilihan kesulitannya pun dapat dengan mudah diubah untuk memenuhi gaya bermain apapun, mudah ataupun menantang.
Harga AAA game yang diberikan ke seri ini, worthed jika dibandingkan dengan pengalaman bermain yang didapatkan.


Rose itu best gi- Oh shi-

GREAT GAME / 10

In Case You Missed It...