January 13, 2016 — 558 views

Fan Report: Iblis Tampan dan Tuan Muda (yang makin) Menawan; Tokyo Akasaka ACT Theater

“Secara pribadi, saya merasa bahwa Furukawa adalah aktor yang pertama kali mampu memerankan karakter Sebastian layaknya iblis (ini adalah interpretasi karakter Sebastian yang menekankan bahwa ia bukan manusia). Saya sungguh terkesan, dan pada saat bersamaan, saya merasa bahagia karena interpretasi tersebut ia dapat setelah membaca manga-nya.” Ungkap Yana Toboso-sensei di blognya setelah menonton Kuromyu Lycoris 2015 re-run.

Name of Image

Yana Toboso’s blog post screenshot. Terjemahan blog entry ke Bahasa Indonesia diadaptasi dari unofficial English translation by nimbus-cloud.

Saya rasa kutipan di atas dari sang mangaka sendiri sudah lebih dari cukup untuk meyakinkan para penggemar yang sempat patah hati, bercucuran air mata dan ingus (termasuk saya) ketika mendengar kabar bahwa aktor Sebastian di musikal, Yuya Matsushita, yang hampir lima tahun berturut turut memerankan Sebastian, akhirnya akan fokus pada karirnya bersama X4 dan tidak dapat ikut ambil andil dalam Kuromyu Lycoris re-run 2015. If Yana-sensei’s words don’t convince you, then I don’t know what will.

Name of Image

Seiring perjalanan Kuroshitsuji Musical—atau yang akrab disingkat penggemar sebagai “Kuromyu”—yang semakin sukses, tiap tahun selalu berhasil membawa porsi pecintanya tersendiri dari luar Jepang; saya salah satunya. Pada 28 November 2015 (ya, fan report ini telat sebulan, tapi belum basi karena DVD-nya masih lama banget dirilis, yaitu akhir April 2016) sehari sebelum pertunjukan terakhirnya di Tokyo, saya dan beberapa teman dari AMUSE official fan club Jepang mengantre masuk ke venue musikal; Akasaka ACT Theater Tokyo. Mengapa Amuse? Beberapa teman yang nonton bersama saya adalah penggemar berat Uehara Takuya a.k.a. Takkun merupakan bagian dari agensi talenta “AMUSE”, yang berperan sebagai karakter fenomenal nan populer, Grell Sutcliff, tentunya.

Open venue satu jam sebelum pertunjukan dimulai, dan kami datang satu jam sebelum open venue, ditotal jadi 2 jam lebih awal. Meski datang lebih awal, ternyata sudah ada banyak fans yang mengantre. Bukan untuk membeli tiket karena seated tiket semuanya sudah sold out berbulan bulan yang lalu, tetapi untuk menghindari antrean lebih parah untuk membeli merchandise. Saya cukup terkesan, karena menurut salah satu teman saya, tahun lalu di Roppongi Blue Theater, datang satu jam lebih awal sudah cukup untuk jadi the first in line. Tapi tidak untuk tahun ini. Hal ini menunjukkan betapa megahnya Kuromyu 2015, meski Kuromyu Lycoris 2015 adalah re-run, alias mengulang cerita yang sama dengan yang sudah pernah dipertunjukkan. Beberapa dokumentasi foto di Akasaka ACT Theater saat “pergantian”—ketika peserta pertunjukan sesi siang, pada pukul 13.00 – 16.00 keluar teater dan penonton sesi malam yang dimulai pukul 18.00 mulai berdatangan. Yang nonton sehari dua kali juga ada, jadi mereka stay di area sekitar venue dimana dekat dengan pusat perbelanjaan dan hiburan, Akasaka BLITZ.

Name of Image

Name of Image

Masuk area teater, ternyata ada semacam kafetaria yang menjual Earl Grey tea yang biasa diminum Ciel setiap pagi, beserta waffles, snack yang dijadikan salah satu bahan lelucon oleh duo Scotland Yard di Lycoris 2015 ini.

Name of Image

Tidak banyak yang berubah dari Kuroshitsuji Musical “Lycoris that Blazes the Earth” 2015 re-run ini dibanding original run 2014-nya kecuali fakta bahwa 2015 run ini berkembang makin mengagumkan. Perubahan terbesar adalah pergantian beberapa aktor, seperti yang sempat dibahas di awal. Hal ini tidak menjadi isu, dan bahkan memberikan Lycoris 2015 produksi yang paling berkesan, dibandingkan Kuromyu sebelumnya. Patut dicatat pula bahwa ini pertamakalinya karakter Ciel Phantomhive diperankan dua kali oleh aktor yang sama.

Beberapa menit sebelum pertunjukan dimulai, penonton mendapat pemberitahuan terakhir. Setelah itu, tanpa peringatan apa-apa lagi, musik dari berbagai penjuru speaker di sekeliling ruangan teater sekejap bergetar, memulai awal dari opening scene “Despair, Beyond Despair” dan lampu sontak redup sampai ruangan gelap gulita, semua penonton sekejap diam. Semuanya hitam sampai red curtain di panggung tersingkap memperlihatkan Ciel sebelum mengikat kontrak dengan Sebastian, sebagai tumbal dalam sangkar.

Upgrade untuk stage set memang cukup spektakuler, dari pion catur serbaguna yang dapat dipindah pindahkan pada original run 2014, kini berubah menjadi set yang sesungguhnya yang cukup sophisticated.

Name of Image

Set tahun 2014, original run

Name of Image

Set tahun 2015, re-run

Ya, set panggung serumit itu juga dapat digerakkan. Bahkan seluruh panggung bergerak membuka jalan saat William T. Spears muncul untuk pertama kalinya di penghujung Lycoris.

Scene pertama, dibuka oleh Nayuta Fukuzaki sebagai Ciel Phantomhive untuk kedua kalinya.

Name of Image

Furukawa Yuta, Sebastian, yang muncul tiba-tiba di bagian depan panggung. Presentasi karakter Sebastian yang cukup berbeda dibandingkan versi 2014, dimana Yuya Matsushita masuk dengan megah, majestic, sedangkan Furukawa Yuta Sebastian muncul dengan gaibnya di panggung dengan kepala tertunduk sekejap setelah efek suara halilintar menggema dan panggung sontak gelap gulita; saat lampu sorot kembali bersinar barulah penonton dapat dengan jelas melihat Yuta yang memang terlihat seperti muncul secara gaib. Susah mendeskripsikan betapa terkesima saya dapat menonton mahakarya ini secara live.

Name of Image

Furukawa Yuta, 2015

Name of Image

Matsushita Yuya, 2014

Berikut beberapa interaksi Bocchan dan Sebastian di opening scene.

Name of Image

Name of Image

Name of Image

Name of Image

Scan dari Kuromyu Lycoris 2015 Pamphlet.

Kabar baik bagi penggemar Tuan Muda—Nayuta Fukuzaki tumbuh pesat dalam hal akting maupun tarik suara hanya dalam waktu setahun. Banyak sekali perubahan yang cukup mencolok yang jauh membedakan Nayuta versi Lycoris 2014 dan Lycoris 2015, dan perubahan-perubahan itu adalah hal yang sangat mendukung dalam aktingnya sebagai Ciel. Suara Nayuta berubah drastis karena pubertas, hilang sudah suara imut-imut Ciel, digantikan dengan suara yang memiliki kesan berwibawa dan lebih memiliki otoritas. Tapi perubahan suara merupakan pendukung, karena yang paling penting disini adalah kemampuan Nayuta membawakan karakter Ciel dengan jauh lebih baik.

Akting Nayuta sebagai Ciel Phantomhive kini jauh lebih elegan. Yuya Matsushita sempat berkomentar saat curtain call Lycoris 2014, bahwa “Nayuta berusia 13 tahun sama dengan Ciel, pasti rasanya sangat sulit untuk memerankan karakter seperti Ciel di umur yang sangat muda, bahkan menurut saya orang dewasa pun akan menemui kesulitan dalam memerankan peran ini.” Dan pada Lycoris 2015 ini, menurut saya dan beberapa fans lainnya secara personal, Nayuta Fukuzaki mampu melampaui dirinya sendiri dan menampilkan yang terbaik.

Name of Image


Sumber foto:
Natalie comic news |
Chinese website for Kuromyu Lycoris 2015 tour | Kuromyu official twitter | Serta dokumentasi pribadi.

In Case You Missed It...