October 17, 2015 — 560 views

Rauh-Welt Begriff, Rough World Style Porsche Tuner from Japan

Halo semua, kali ini saya akan membahas sesuatu yang mungkin tidak ada hubungannya dengan anime ataupun manga, tapi berhubungan dengan je-jepangan. Ya, kali ini saya akan membahas tuner dari Jepang yang mungkin tidak asing lagi bagi pecinta otomotif, yaitu Rauh-Welt Begriff atau disingkat RWB.

Bagi anda yang suka berkelana ke situs-situs & blog bertema otomotif seperti speedhunters.com, pasti akrab dengan tuner spesialis Porsche 911 dari Kashiwa-shi, prefektur Chiba, Tokyo ini. Atau jika anda pergi ke Jepang, anda mungkin sering melihat Porsche 911 lawas yang memiliki body kit dengan fender super lebar, warna-warna mencolok, velg deep-dish, serta memiliki nama panggilan masing-masing, itulah ciri khas dari kreasi RWB.

“I am thinking only of the moment, I do not think about the future. I leave the car here and smoke about a thousand cigarettes, then i get inspired.”
Akira Nakai

RWB didirikan oleh Akira Nakai, bersama Kazuhiro “Smoky” Nagata dari Top Secret & Masahiko Takemura dari Scorch Racing. Rauh-Welt sendiri berasal dari bahasa Jerman, yang artinya ‘Rough World‘, sesuai karakter RWB. Bicara soal Nakai-san, publik AE86 & drifting sudah tahu reputasi pria ini. Beliau dulu adalah pimpinan dari tim AE86 paling gangster se-dunia : Rough World. Hachiroku dari tim ini memiliki ciri khas, yaitu memakai Oni-kyan / Demon Camber (camber negatif), serta memakai zipties sebagai pengikat parts-parts body, yang kelak akan menjadi trend modifikasi Hellaflush. Semuanya dari Nakai-san.

Meski memiliki reputasi legendaris di dunia drifting berkat AE86 miliknya, Nakai-san sebenarnya adalah pecinta Porsche sejati. Karena itulah, ia bekerja di bengkel Porsche di Hachiōji, Tokyo. Berkat pengalamannya dalam membongkar, memperbaiki & memodifikasi Porsche siang dan malam, Nakai-san bertekad untuk memiliki workshop sendiri, yang akan membuat Porsche sesuai keinginannya, yakni Rough World Style.

Rough World Style sebenarnya merupakan konsep Nakai-san dalam memodifikasi porsche menjadi sebuah RWB. Yang pertama adalah penggunaan bodykit dengan fender super lebar yang terinspirasi dari mobil balap porsche era 80an dan RSR series. Selain itu Nakai-san juga sering memakai spoiler “Whale-tail” ala mobil balap Porsche berukuran besar, agar serasi dengan bodykit handmade buatannya.

Yang kedua adalah pemakaian velg-nya. Biasanya Nakai-san menggunakan velg Work Meister S1, SSR Professor SP1, atau Work Brombacher. Dipadukan dengan suspensi RWB/Aragosta & adapter/spacer, membuat Porsche racikan RWB menjadi terlihat stylish, sangat “JDM-ish“, namun tetap garang.

Yang ketiga adalah pemilihan warna. RWB selalu menggunakan warna-warna yang mencolok hasil pekerjaan dari Nojima-san. Salah satunya adalah warna “Tsuyakeshi Kuro” atau dengan nama flat black yang merupakan warna khas RWB yang terinspirasi dari hot-rod, yang mampu memancarkan aura mistis yang kuat sesuai dengan konsep Rough World Style khas Nakai-san. Adakalanya Nakai-san selalu menggunakan warna sesuai keinginannya tanpa memberitahukan konsumennya, seperti Porsche 930 berkelir pink ini.

Meski warna pink ini terkesan tidak matching dengan style Porsche 930 yang garang, tapi para pemiliknya tidak mempermasalahkan hal ini. Mereka menyerahkan semua modifikasinya kepada Nakai-san, karena Nakai-san tahu apa keinginan dari konsumennya. Dan itu tidak salah, karena rata-rata Nakai-san berhasil membuat setiap mobil RWB memiliki ciri khas masing-masing, sesuai dengan karakter pemilik mobil.

Yang keempat adalah pemilihan mobil. Meskipun merupakan tuner spesialis Porsche, RWB hanya menerima Porsche berjenis klasik, yakni Porsche 911 berkode 930, 964, dan 993. Ketiga mobil tersebut memiliki satu kesamaan, yaitu masih berjenis air-cooled atau berpendingin udara. Hal ini karena Nakai-san yang memang lebih menyukai kesederhanaan, daripada teknologi yang menurutnya menjadi lebih merepotkan. Menurutnya lagi, karena kesederhanaan itu beliau bisa berkreasi lebih luas dalam memodifikasi RWB sesuai keingian konsumen.

Walaupun modifikasinya boleh dibilang ekstrem, namun Nakai-san tetap memastikan bahwa semua RWB tetap dapat nyaman dikendarai sehari-hari. Menurut Nakai-san, setiap RWB bukanlah sekedar dijadikan pajangan belaka, namun juga sebagai mobil yang dapat dikendarai dengan layak di jalan raya, namun tetap gaya.

Bicara soal karya seni RWB, Nakai-san selalu memberikan nama tersendiri untuk setiap karyanya, karena setiap RWB dibuat tidak sama dengan yang lainnya. Semuanya memiliki karakter tersendiri sehingga Nakai-san memberikan nama untuk setiap RWB-nya yang mewakili karakter dari setiap dari RWB tersebut. Dari semua mobil RWB yang dibuat, yang dianggap paling legendaris adalah Porsche 930 berkelir hitam yang dinamai Stella Artois, yang diambil dari nama bir favorit Nakai-san. Mobil yang sudah dimilikinya selama 13 tahun lebih ini mampu mencetak waktu 57 detik di Sirkuit Tsukuba.

Dari semua ini bisa dibilang Porsche 911-lah yang melambungkan nama RWB (terutama Porsche lawas), dan juga Nakai-san sendiri yang sudah dianggap sebagai Living Legend di dunia modifikasi. Membuat banyak orang ingin memiliki satu kreasi racikan Nakai-san dari beberapa cabangnya, seperti RWB Kansai dan menyusul Amerika & Inggris. Bahkan RWB sudah memiliki cabangnya di Indonesia melalui Terror Garage di Bandung, jadi anda bisa mendapatkan parts RWB di Indonesia. Tapi jika anda menginginkan Porsche lawas anda menjadi sebuah RWB, biarlah Nakai-san yang mengerjakan semuanya. Karena menurut berberapa orang, kalaupun anda bisa membeli parts RWB tapi bukan Nakai-san sendiri yang memasangnya maka itu bukan RWB.

Garang dan Keras yang menjadi ciri khasnya menjadikan RWB sebagai tuner Porsche yang paling disegani dunia, dan juga Badass. Cukup sekian dari tuner ternama dari negara matahari terbit ini, saya ucapkan terima kasih.

Sumber : pedal2themetal, RWB Japan, speedhunters.com