July 17, 2014 — 345 views

Nakajima Megumi & Rasmus Faber: Kolaborasi Antara J-Pop dan House Swedia

Tahun 2012 lalu saya mencoba menonton anime mecha-tapi-sebenarnya-shoujo-ai berjudul Rinne no Lagrange. Ekspektasi saya cukup kecil, ditonton hanya karena menchanya dibuat oleh departemen desain Nissan Motors. FYI, mereka membuat patung mecha Vox Aura setinggi manusia dan dipajang di kantor pusat Nissan di Yokohama, bersebelahan dengan Nissan Juke edisi spesial.

Tapi sebenarnya bukan itu yang ingin saya bicarakan. Kembali ke anime Lagrange, ada satu perasaan yang saya sukai setiap menyaksikan animasi openingnya. Ada sesuatu yang membuat saya dipentalkan kembali ke dekade 1990 dimana ada banyak anime mecha bagus berseliweran.

It’s all thanks to the music. Sebuah musik J-Pop kencang dengan ketukan ritmis khas musik house. Juga memiliki string dan dentingan piano halus. Saat itu, saya menemukan sesuatu yang beda dari yang pernah saya dengarkan sebelumnya.

“TRY UNITE!” adalah lagu opening pertama Rinne no Lagrange yang dinyanyikan Nakajima Megumi, dan digubah oleh Rasmus Faber. Hingga sekarang saya masih mendengarkan lagu ini. Keduanya sudah menjadi musisi favorit saya.

Mamegu

alt

Kalau berbicara soal Nakajima Megumi, pasti tak bisa lepas dari dua figur berikut: Ranka Lee dan GUMI. Yep, penyanyi dan seiyuu ini sudah melekat imagenya pada dua tokoh penyanyi itu – yang satu di anime, satunya lagi di program Vocaloid.

Merupakan peranakan dari pasangan Jepang-Filipina, Mamegu memulai debut profesionalnya setelah lolos audisi yang diadakan Victor Entertainment di tahun 2007. Langsung didapuk memerankan Ranka Lee di anime Macross F, Mamegu melakukan tugasnya dengan baik dan bersama May’n menciptakan duet yang dahsyat.

Mulai saat itu Mamegu disibukkan dengan job seiyuu, merilis single serta live concert. Mamegu juga memberikan suaranya untuk program Megpoid yang dirilis perusahaan Internet Co. GUMI kemudian menjadi salah satu karakter Vocaloid yang popularitasnya bisa menyaingi Hatsune Miku.

But that’s the old days… Mamegu memutuskan hiatus dari panggung musik efektif sejak bulan Maret lalu. But worry not! Mamegu hanya memilih untuk fokus sebagai seiyuu. Jadi mungkin kita masih bisa mendengarkan nyanyiannya di character song album sebuah anime. Semoga saja :D

Bergabung dengan Victor, Mamegu banyak berkolaborasi dengan komposer-komposer gaek dari label yang sama. Pertama tentu saja Kanno Yoko sebagai komposer utama Macross F. Lalu ada juga Kitagawa Katsutoshi dari grup shibuya-kei Round Table (Soredemo Machi wa Mawatteiru), Kubota Mina (ARIA, Photo Kano) dan tentu saja, Rasmus Faber.

RaFa

alt

JOI juga sudah pernah membahas Rasmus Faber, but just in case ayo kita bahas lagi. Rasmus Faber merupakan seorang DJ, produser, komposer serta session musician dari Stockholm, Swedia. Lahir di keluarga musisi, Faber pun mengikuti jejak orang tuanya. Memulai karir di umur 20 tahun sebagai session musician, Faber akhirnya menemukan minatnya di musik house setelah merilis single “Never Felt So Fly” bersama penyanyi Melo. Popularitasnya memuncak di lagu “Ever After” bersama Emily McEwan. Inilah single hit Faber yang populer dan diputar di klub-klub diseluruh dunia. Latar belakang musik house dan jazz yang ia miliki memberi corak khas dalam setiap karyanya.

(Videonya agak NSFW, tapi kalau mau lihat bisa klik disini)

Lagu-lagu Faber lalu dibawa ke Jepang oleh pihak Victor dan dicompile dalam satu album. Faber dan Iwanaga Hirofumi, A&R dari Victor, rupanya memiliki minat yang sama: musik anime. Akhirnya setelah melalui berbagai diskusi dan mengumpulkan orang-orang kompeten, grup musik Platina Jazz pun hadir menyajikan berbagai cover lagu anime dalam genre jazz.

Faber juga pernah menjadi komposer beberapa lagu untuk penyanyi Jepang lainnya seperti Sakamoto Maaya, Annabel dan tentu saja Nakajima Megumi. Oh yeah, Faber juga pernah merilis EP berisi empat lagu bersama Frida Sundemo. Salah satu lagunya, “Hidden Thoughts” terdengar sangat dreamy. Dibantu juga oleh suara Frida yang mirip orang Jepang yang bisa berbahasa Inggris sempurna, serta animasi PV yang dibuat ilustrator Yoshitsugi.

Dan Mereka Berdua Pun Bertemu…

alt

Kolaborasi manis antara Mamegu dan Faber ini dimulai di anime Rinne no Lagrange. Proses perencanaan animenya sendiri sudah dimulai jauh dari tahun 2011, dimana para desainer mobil dari Nissan diminta untuk menciptakan sebuah mecha untuk “sebuah proyek anime mecha dari Production I.G.” Penentuan pasangan Mamegu dan Faber kemungkinan dilakukan di rentang waktu tersebut. Then, di tahun 2012, “TRY UNITE!” pun hadir.

Ada tiga versi “TRY UNITE!”, pertama adalah single version standar yang digunakan di anime. Yang kedua juga muncul di anime, yaitu “RasMeg Duo” sebuah kolaborasi Mamegu dan Faber yang membawakan piano solo. Terakhir adalah “Extended Version” – penambahan beberapa menit di intro dan outro sehingga terdengar seperti musik house betulan.

Untuk season kedua Lagrange, RasMeg kembali bekerja sama. Kali ini dalam lagu “Marble” yang lebih pop. Jika boleh dibilang, konsep lagunya tak jauh berbeda dari konsep album pertama Frida Sundemo yang diproduseri juga oleh Faber. Simpel namun megah dan berkesan dalam. Satu lagi versi “Marble” bernama “Bis” menampilkan Faber yang memainkan piano solo tanpa iringan vokal Mamegu.

Lagu terakhir RasMeg di anime Lagrange adalah insert song “Flower in Green”. Kembali lagi ke campuran J-Pop House, di lagu ini Mamegu menyanyikan lirik berbahasa Inggris dengan pronounciation yang bagus sekali! Frida tampil sebagai backing vocal dalam lagu ini.

Setelah Lagrange…

alt

Kolaborasi RasMeg tak berhenti begitu saja setelah Lagrange. keduanya saling berkontribusi di karir pribadi masing-masing.

Di album Mamegu berjudul “Be With You”, terdapat lagu “Kiniro ~ Kimi wo Suki ni Natte Yokatta” yang digubah oleh Faber dan Kanno Yoko. Ketiganya bekerja sama menciptakan sebuah musik pop yang lembut dan hangat.

Then, di album Jepang Faber berjudul “We Laugh, We Dance, We Cry”, Mamegu menyumbangkan suaranya dalam lagu “Ame” dibantu oleh Kubota Mina sebagai komposer tambahan. Disini kita bisa melihat sosok yang lain dari Mamegu dalam musik house yang melankolis. FYI, album “We Laugh, We Dance, We Cry” dirilis untuk pasar internasional dengan nama “Indian Summer LP”. Lagu “Ame” tidak disertakan dalam album tersebut.

Keduanya pun pernah tampil live bersama-sama. Mamegu hadir di salah satu konser Platina Jazz membawakan lagu “Aimo” dan “Seikan Hikou”. And finally, Faber hadir sebagai bintang tamu kejutan di konser terakhir Mamegu. Keduanya tampil di bagian encore.

alt

Kalau melihat keputusan Mamegu hiatus dari dunia musik, saya rasa kolaborasinya dengan Faber akan sulit hadir kembali. But still, 2 tahun ini menjadi momen yang sangat baik. Best of luck untuk keduanya, dan semoga kolaborasi RasMeg bisa terjadi lagi di masa depan. Cheers.

Untuk menutup artikel ini, berikut adalah komentar dari Faber dan Mamegu tentang lagu “Ame”, dikutip dari situs mfound.jp

“Komposisi lagu terakhir untuk Nakajima Megumi yang ditawarkan padaku adalah sebuah pencapaian yang sangat saya banggakan dalam karir saya. Ada banyak penyanyi hebat di seluruh dunia, namun yang mampu mengguncang hati saya yang terdalam hanya sedikit, termasuk Megumi. Partisipasi Megumi dalam album saya adalah sebuah mimpi yang jadi kenyataan.” ~Rasmus Faber

“Ketika kudengar aku bisa ikut serta dalam lagu yang ditulis oleh Rasmus dan Kubota Mina sebagai vokalis, aku pikir ini adalah mimpi. Lalu ketika aku mendengarkan lagunya, aku ditarik lebih jauh kedalam mimpi itu. Aku meyakinkan diri untuk menyampaikan perasaan manis-pahit kesepian lewat lagu ini. Sepertinya saat proses rekaman, ketika aku berdiri didepan mic hatiku berdegup kencang sekali, dan akhirnya sosok gadis cilik yang tinggal didalam hatiku diliputi perasaan yang bergejolak. Bisa menyanyikan lagu ini bagaikan menemukan harta karun, dan aku sangat bahagia.” ~ Nakajima Megumi

alt

Sumber:

  • AMH Magz Volume 8 & 20
  • VGMdb
  • Xardism