April 8, 2015 — 385 views

Porter Robinson Ingin Membuat Soundtrack Anime

img

Beberapa hari lalu sudah dikabarkan bahwa DJ dan produser musik asal Swedia, Rasmus Faber akan menggubah musik untuk anime Gakuen Toshi Aterisk (baca di sini dan di sini). Seakan hype musisi-barat-eksodus-ke-industri-anisong belum berakhir, kini muncul lagi satu produser yang mengungkapkan ketertarikannya membuat soundtrack untuk anime!

Porter Robinson, yang kini sangat dikenal berkat lagu vocaloid “Sad Machine” mengaku dalam wawancara dengan Your EDM bahwa dia ingin membuat musik untuk anime. Ditemui di pool party Beatgasm yang diselenggarakan labelnya, Astralwerks, Porter menceritakan berbagai hal tentang album pertamanya “Worlds”, Ultra Music Festival yang akan ia sambangi, hingga inspirasi bermusik.

Jika kamu mendapatkan kesempatan untuk membuat musik latar untuk sebuah film, film dengan genre apakah yang kamu inginkan?

Sudah pasti anime. Aku tahu jawaban itu sangat cocok bagiku, tapi aku menghabiskan banyak waktu mendengarkan musik. Jujur, satu-satunya musik yang membuatku merinding dalam dua bulan terakhir ini adalah soundtrack dan lagu opening. Obsesiku pada anime sangat tidak sehat.

Kamu? Ah masa…

(tertawa) Itu hanyalah salah satu musik yang akhir-akhir ini membuatku kenyang, dan aku sangat mengerti bagaimana musik seperti itu bekerja. Aku mempelajari teori chord di baliknya dan aku sangat tertarik dengan trope-trope melodik yang digunakan. Aku bisa saja membuat musik latar untuk film, terutama jika fokus utamanya adalah hal-hal yang indah dan emotive, dibandingkan dengan anime tempur.

Aku dapat tawaran untuk menulis musik latar, terutama setelah aku merilis Worlds. Tapi aku pikir, “Bukannya menulis lagu untuk orang lain termasuk kompromi?” Jangan salah sangka, menulis musik latar itu adalah latihan yang sangat bermanfaat. Untuk adegan tertentu kamu membutuhkan emosi yang tepat.Saat kamu menulis musik dengan emosi yang tidak terasa sebagai “resep”, itulah emosi yang kamu rasakan saat itu. Bagi banyak musisi favoritku, musik latar buatan mereka bukan musik kesukaanku. Aku mendengarkan album-album mereka. Lalu ada satu belahan diriku yang mengatakan, apa seharusnya aku menulis album yang lain?

Tapi bukannya itu merupakan tantangan selanjutnya untukmu? Kamu sudah menyelesaikan album dan tur. Menulis musik latar akan jadi tantanganmu selanjutnya.

Menulis musik latar punya aspek menariknya tersendiri dan aku pikir akan kulakukan, tapi aku mencoba menemukan hal selanjutnya yang menarik untukku. Aku sangat takut jika kehilangan antusiasme. Aku akan menjauhi musik karena aku takut akan kehilangan rasa itu. Bagiku, inspirasi sangat sulit ditemukan dna menulis musik menjadi sangat sulit dan membingungkan. Tak pernah muncul begitu saja. Jangan salah, bisa saja aku membuat album electro malam ini dan itu cukup mudah. Dan jika itu sesimpel seperti lagu “Divinity”, aku juga bisa melakukannya. Tapi bagiku sebagai seorang musisi, jika kemampuanmu meningkat, standar kualitasmu juga ikut naik.

Aku bisa takut hanya dengan merasa senang melakukan hal yang kucintai… memikirkan itu saja benar-benar menakutkan, menjadi stagnan dan tidak membuat karya yang bagus. Aku memang akan menjadi penulis lagu yang lamban, tetapi kupikir aku akan jadi lebih baik. Dan itulah hal yang paling penting, memiliki karya yang bagus dan sudah jadi.

Memang ini baru sebatas wacana atau keinginan dari Porter, tapi coba pikirkan jika ini menjadi kenyataan! Porter Robinson akan menjadi musisi barat selanjutnya yang terlibat dalam produksi soundtrack sebuah anime, dan juga musisi vocaloid selanjutnya yang menangani musik secara langsung, setelah ryo(supercell) dan Jin.

Produser dan DJ Porter Robinson merilis album “Worlds” tahun lalu yang menandakan perpindahan gaya musiknya dari EDM konvensional. Album “World” banyak dipengaruhi oleh hal-hal kesukaan Porter, termasuk game DDR dan anime. Tiga lagu di dalam album tersebut: “Sad Machine”, “Fresh Static Snow” dan “Goodbye to a World” menyelipkan suara vocaloid Avanna sebagai vokalis utamanya. Lalu di dalam lagu “Flicker” terdapat sample yang diambil dari suara Yamano Remon, karakter dari anime “Ano Natsu de Matteru”.

Hingga saat ini, lagu-lagu di album “Worlds” telah dimainkan sebanyak lebih dari 2 juta kali, baik di YouTube maupun SoundCloud. Ini menjadikan “Worlds” sebagai album vocaloid pertama dari produser barat yang jumlah play-nya menembus angka 1 juta lebih.

img

Did I forgot to mention that Porter is also a full-time weeaboo?

Cr: Your EDM

In Case You Missed It...