May 25, 2015 — 707 views

[Last Impression] Aldnoah. Zero

mfw

Pertama-tama, saya ingin meminta maaf jika ada yang menonton serial ini sampai habis. Terlebih jika karena membaca First Impression yang saya tulis sebelumnya.

Singkat kata, ini pertanggungjawaban saya.

No Justice Done

Episode akhir menampilkan pertarungan, dan… sudah. Tiba-tiba, perang pun berakhir. Dengan segala plot thread yang masih tersisa, A/Z lebih memilih untuk menyapu lantai bersih dan membuangnya ke sisi ketimbang mengikat semua simpul-simpul yang berserakan.

Terdapat banyak simpul yang terpotong terlalu cepat, atau pada akhirnya tidak berakhir dimana-mana. Salah satu yang cukup mengganggu adalah karakter putri Lemrina. Sebagai karakter yang diperkenalkan pada awal Season 2, Lemrina pada awalnya terlihat akan memegang peranan yang cukup penting, namun pada akhirnya seperti tidak memberi dampak yang signifikan terhadap jalan cerita, dan setengah episode terakhir seperti lupa bahwa karakter tersebut pernah ada. Tak hanya itu, tetapi tali yang juga muncul tiba-tiba, seperti karakter yang muncul mendekati episode-episode terakhir dan langsung memegang peran penting di cerita, membuat segala yang sudah dibangun sebelumnya menjadi kusut.

NO ONE DID ANYTHING WRONG

Untuk acara yang terlihat sangat ingin menunjukkan konsekuensi perang pada awal cerita, A/Z hampir seperti melupakan bahwa untuk setiap aksi terdapat konsekuensinya. Konflik dalam cerita selesai hampir semudah konflik tersebut mulai, dan tidak terasa ada payoff yang sesuai. Tidak ada karakter utama yang terbunuh atau melakukan hal vital di cerita, dan bahkan Slaine, satu-satunya karakter yang mengalami perubahan status quo yang cukup banyak untuk dapat disebut mengalami “perkembangan” karakter, pada akhirnya “hanya” dihukum penjara.

Saya dapat menulis seribu alasan kenapa hal ini buruk, tetapi sebagai penonton, ketika sebuah acara seperti bergerak di tempat, dan terasa seperti kembali awal cerita, tentunya saya merasa telah menghabiskan waktu saya. Jika cerita yang telah dibangun dalam 24 episode sama sekali tidak berpengaruh pada bagaimana cerita tersebut akan berakhir, maka untuk apa saya mengikuti cerita tersebut?

Should you watch this?

No.

Watch if you like: Wasting time, being let down, MOTW, Hiroyuki Sawano, NTR, chodenji yo-yo, Weltall Id.

Avoid if you don’t like: Being let down, wasting time, wasted potential.

Walaupun dibuka dengan awal yang kuat, Aldnoah. Zero seperti kehilangan arah dan tujuan, dengan plot yang tidak kemana-mana, penulisan cerita yang lemah, dan ending yang hanya dapat dibilang mengecewakan. Potensi serial ini sebenarnya besar, namun pada akhirnya tidak digunakan dengan baik.

Seperti yang sudah saya bilang di artikel First Impression saya sebelumnya, sukses atau tidaknya Aldnoah Zero tergantung pada eksekusi- mampu atau tidaknya para writer untuk mengembangkan dan mengeksplorasi potensi cerita di dunia yang sudah mereka buat ke arah logisnya, tanpa mengkompromi aturan-aturan yang sudah mereka buat di dunia tersebut.

Singkat kata, mereka tidak berhasil.

Cerita A/Z terasa paling kuat pada tiga episode awal, dan tidak sulit untuk melihat kenapa setelah mengamati daftar staf acara ini: ketiga episode tersebut adalah episode yang dipena oleh Gen Urobuchi, yang juga mengembangkan setting dunia A/Z dan dikreditkan sebagai Original Creator. Tampaknya A/Z memang tidak akan berjalan dengan baik tanpa bimbingan tangan Urobuchi. Katsuhiko Takayama yang menangani Series Composition serta para screenwriter lainnya yang menangani acara ini tidak dapat menggunakan fondasi cerita yang sudah dibangun oleh Urobuchi dengan maksimal.

Jujur, saya sangat ingin menyukai A/Z. Potensi cerita yang diperlihatkan pada episode awal-awal terasa sangat menarik, dan seperti biasa world-building Urobuchi memberikan setting yang dapat diisi oleh berbagai cerita menarik. Dengan eksekusi tepat dan tangan yang tepat, A/Z seharusnya dapat saja menjadi “Gundam”- atau paling tidak franchise seperti “VOTOMS” yang berikutnya. Namun sayangnya, pada akhirnya kita tidak mendapat apa-apa, sama saja seperti Slaine.


Aldnoah. Zero dapat ditonton legal secara simulcast dengan sub Bahasa Inggris di website DAISUKI dan channel YouTube mereka.

Disclaimer: all pictures and properties belong to their rightful owners, and not me.

Aldnoah. Zero is property of Aniplex, A-1 Pictures, TROYCA, Nitroplus, Olympus Knights & others.

In Case You Missed It...