July 20, 2014 — 929 views

[3 Episode Review] Sword Art Online II

Season ke-2 dari anime popular sekaligus kontroversial ‘Sword Art Online’ hadir sebagai salah satu anime yang paling dinanti-nanti di musim panas 2014 ini. Banyak sekali yang menjadi penggemar anime hasil adaptasi light novel karangan Kawahara Reki ini, namun tak sedikit juga yang kecewa dengan season pendahulunya di tahun 2012 silam. Saya sendiri termasuk kubu yang kecewa dengan SAO musim pertama. Selain pacing cerita yang banyak menuai kata-kata “eeehhhh…wut?” dari saya, setiap final battle (boss battle dengan monster kelabang tengkorak di arc SAO dan battle dengan Oberon di arc ALO) yang seharusnya menyuguhkan pertarungan sengit nan greget malah membuat saya cengo karena tau-tau si monster kelabang tengkorak HP-nya tinggal setitik dan saat bertarung dengan Oberon, Kirito seperti mem-bully anak ayam yang tidak berdaya.

Tapi sekesal-kesalnya saya dengan SAO season pertama, saya tetap memberikan kesempatan kepada season kedua ini untuk membuktikan bahwa seri ini tidak seburuk yang saya kira. Hasilnya? Sejauh ini sih memuaskan buat saya.

STORY SUMMARY

Episode 1

Selamat datang di dunia ‘Gun Gale Online’ dimana pemain-pemain tidak lagi menggunakan pedang, belati dan kapak seperti di ‘Sword Art Online’. Game yang popular ini bahkan bisa dijadikan sarana mencari uang oleh pemain-pemain proffesional yang menukarkan uang dalam game menjadi uang di dunia nyata. Anomali kembali muncul saat ada pemain-pemain yang meninggal di dunia nyata setelah dibunuh di dalam game. Sosok yang dijuluki Death Gun lah yang menjadi biang keladi kematian pemain-pemain tersebut. Berbeda dengan game ‘Sword Art Online’ yang membunuh para pemain dengan cara memanggang otak mereka melalui Nerve Gear, para pemain yang meninggal di GGO disebabkan oleh berhentinya jantung mereka setelah ditembak oleh Death Gun.

Kirito kembali dipanggil untuk menginvestigasi kasus kematian dalam GGO ini. Awalnya dia enggan menerima tugas tersebut. Namun setelah diiming-imingi bayaran yang sepertinya tinggi, hatinya mulai goyah.

Episode 1 diakhiri dengan munculnya Sinon sebagai heroine baru yang nampaknya lebih sangar daripada gadis-gadis di SAO dan ALO.

Episode 2

Episode ini membuktikan dugaan saya sebelumnya bahwa Sinon memang lebih sangar daripada gadis-gadis di SAO dan ALO : Asuna, Silica, Lizbeth dan Leafa. Sinon yang merupakan seorang sniper handal tergabung dalam kelompok player-killer yang sedang menunggu mangsa mereka. Hal diluar dugaan mereka terjadi saat sang mangsa menyewa bodyguard dan di kondisi gawat seperti inilah Sinon menunjukkan keahliannya. Action-packed episode!

Episode 3

Episode ini fokus menggambarkan sosok Sinon yang bernama asli Asada Sino di dunia nyata dan alasan cewek ini bermain ‘Gun Gale Online’. Saya merasa bahwa Sawashiro Miyuki, pengisi suara dari Sinon, dapat dengan baik membuat perbedaan suara antara Sinon yang cool dan Sino yang terkesan pemalu. Sementara itu, Kirito juga akhirnya akan log in ke GGO. Saya berharap episode berikutnya akan kembali menampilkan lebih banyak action seperti episode 2.

PROS AND CONS

(+) Plot bukan PLOT ya

Saya merasa bahwa pacing 3 episode pertama SAO II tidak terburu-buru. Dari penggambaran game GGO, kemunculan Death Gun, dipanggilnya Kirito untuk menginvestigasi kasus di GGO, pertempuran Sinon, dan penceritaan latar belakang kehidupan Asada Sino semuanya mengalir teratur dan cukup jelas. Semoga alurnya konsisten seperti ini dan jangan membuat bingung seperti season pendahulunya (level 1 -> level 2 -> level 40 -> level 76 -> level 90+ dan episode-episode itu bagaikan hanya filler).

(+) Musik

Nama-nama yang tidak asing kembali mengisi lagu OP dan ED untuk SAO II. Lagu OP berjudul ‘IGNITE’ menjadi lagu ke-3 Aoi Eir untuk seri SAO setelah sebelumnya menyanyikan ‘Innocence’ dan ‘Niji no Oto’. Lagu ED berjudul ‘Startear’ adalah lagu ke-2 Haruna Luna untuk SAO setelah sebelumnya ‘Overfly’ menjadi lagu ED ke-2 dari SAO musim pertama. Selain OP dan ED yang menurut saya keren, background music (BGM) untuk SAO II juga adalah hasil karya composer jenius favorit saya yaitu Kajiura Yuki. Saya selalu merasa musik beliau berasal dari dunia lain. Meskipun dalam 3 episode ini belum ada BGM yang dapat mengiris-iris kokoro saya seperti karya Kajiura Yuki di ‘Madoka Magica’, lagu-lagu yang melantun dalam adegan-adegan episode 1 dan 2 berikut sudah cukup untuk membuat saya merinding.


(+) Animasi

Animasi dan artwork di SAO season pertama menurut saya sudah sangat baik. SAO II ini menampilkan kualitas yang paling tidak sama, mungkin lebih baik lagi. Good job A-1 Pictures.

(-) Characters

Sejauh ini hanya berfokus pada karakter Kirito dan Sinon/Sino. Semoga kedepannya akan semakin bertambah karakter-karakter yang menarik, berlatar belakang jelas, dan tidak hanya numpang lewat.

(-) Trap

Penampakan avatar Kirito di GGO yang menyerupai wanita. Mungkin bagi sebagian orang ini justru plus (???), tapi buat saya tidak.

Kesimpulan : Sejauh ini bagus, semoga tidak mengecewakan lagi. Lanjuuuuutttttttt!

In Case You Missed It...