February 4, 2015 — 864 views

Wajarkah Merasa Jengkel Dengan “Heroine” Dalam Otome Game?

Apakah kalian pernah memainkan otome game? Saya yakin sebagian besar pasti kalian jawab “ya”. Kalau belum pernah, cobalah sesekali kalian browsing apa itu otome game.

Saya sendiri sebagai female gamer, selain main game bergenre fighting dan hack-slash (sebut saja Tekken dan Dynasty Warriors) saya juga main otome game. Dan akhir-akhir ini saya sedang memainkan game Hakuoki – Demon of The Fleeting Blossom versi PSP, plus Starry Sky ~After Spring~ setelah bersabar menunggu adanya english patch versi buatan fans, fufu~

Kalau ditanya suka atau tidak dengan otome game, saya akan jawab suka. Tapi saya lebih prefer versi bahasa Inggris daripada versi Jepang, karena ya… main game kok pusing-pusing cari terjemahan. Tapi kalau untuk kalian yang bisa berbahasa Jepang, sepertinya tidak berlaku ya masalah terjemah itu.

Dan otome game asli buatan Jepang sendiri memang bagus dari segi cerita dan artwork, menurut saya. Meskipun kadang ada ceritanya yang panjang, tapi bikin enjoy dan terbawa suasana. Namun sayangnya, otome game dari Jepang ini sedikit sekali yang diadaptasi ke bahasa Inggris (ini yang bikin saya gregetan huhu). Tapi berkat para fans di luar Jepang, otome game yang belum diadaptasi ke bahasa Inggris secara resmi bisa dimainkan menggunakan english patch buatan fans. Berterima kasihlah kepada mereka ya :3

Oh ya, selain otome game dari Jepang, saya juga pernah memainkan otome game indie (meskipun bukan buatan Indonesia sih). Ada yang tahu RE: Alistair++ dan Pyrite Heart?

alt

alt

Itu dia tampilan utama dari kedua game tersebut. Sang protagonis atau biasa disebut heroine tentunya berbeda di setiap game. Di RE: Alistair++, heroine yang bernama Merui Lucas digambarkan sebagai siswi SMA yang senang bermain video game tapi gampang terbawa emosi. Ada lagi di Pyrite Heart, Ahri Remono sang heroine ini adalah seorang putri keluarga bangsawan yang suka tantangan, namun sayangnya dia tidak pernah bersosialisasi alias tidak pernah keluar dari lingkungan keluarganya. Kemudian dia ditantang kakaknya untuk bersekolah di sekolah biasa pada umumnya dan yah… cukup sulit buat Ahri karena dia dinilai sombong oleh teman-teman sekelasnya.

Hmm… mari kita bandingkan lagi dengan 2 heroine di game yang saya sedang mainkan saat ini.

alt

Chizuru bersama para punggawanya.

Chizuru Yukimura, heroine di serial Hakuoki ini digambarkan sebagai gadis yang kalem, perhatian, dan pemalu. Seorang yang pemberani (cukup berani untuk perempuan yang pergi dari Edo ke Kyoto sendirian), tapi untuk soal bertarung dia lebih memilih menghindar meskipun dalam keadaan terpaksa mau tidak mau dia harus menarik pedangnya juga.

alt

Tsukiko bersama 3 dari 12 pangerannnya (yeah).

Di serial Starry Sky, heroine yang bernama Tsukiko Yahisa ini digambarkan sebagai gadis yang ramah, jujur, dan pekerja keras. Tapi terkadang dia juga merasa canggung, mungkin karena dia satu-satunya murid perempuan di Seigatsu Gakuen yang notabene all-boys school kali ya :3

Nah, kita sudah mengenal para heroine dengan kepribadiannya yang berbeda-beda. Diantara mereka, siapa yang paling menyebalkan menurut kalian? *dzigh*

Ini dia yang terkadang menjadi suatu unek-unek bagi para otome gamer. Ada yang merasa jengkel atau merasa biasa-biasa saja dengan heroine yang mereka perankan. Yep, dalam otome game kita bermain sebagai heroine, mau kepribadian atau sifatnya seperti apa, dengan terpaksa harus kita terima. Tapi ada juga heroine yang sifatnya akan berubah seiring dengan perjalanannya menuju target cowok yang diincar. Misalnya, yang tadinya pendiam, berkat si cowok akhirnya dia jadi lebih terbuka.

Dari bahasan di atas, menurut saya wajar kalau merasa jengkel dengan heroine yang kepribadiannya “gak gue banget”. Kadang ada heroine yang menye-menye atau manja, ada yang semaunya sendiri, ada yang lemah banget, dsb. Tapi kalau kita memilih pilihan uhukwalkthroughuhuk yang benar, heroine ini bisa saja berubah sifatnya kok. Namun kalau masih tidak berubah, ya… terima saja deh.

Sejengkelnya kita dengan heroine dalam otome game, jangan sampai kita para otome gamer membencinya ya. Ingat, kalau tidak ada heroine, mungkin otome game tidak akan ada. Kalau pun memang sebal, anggap saja kita sedang role-playing (lol).

Ingat juga, ini hanya permainan lho~ lebih baik kita jadi heroine di dunia kita sendiri alias real life yang notabene cowoknya lebih nyata dan bisa disentuh :P

Mungkin ada pendapat lain dari kalian tentang heroine di otome game? Silakan~

Source: Starry Sky Wiki, Hakuoki Wiki

In Case You Missed It...