January 26, 2015 — 2297 views

Betapa Pentingnya Menjaga Moral Sebagai Fans ; Kasus-Kasus Terkait Fans Anime Lovelive Yang Mencemarkan Image Fans

Selama kurang lebih 5 tahun berlalu, saya sudah mengikuti perkembangan Lovelive. Mulai dari pada saat mereka masih belum dikenal, single yang dirilis masih sedikit, dan banyak sekali yang tidak tahu tentang mereka. Sekarang, hampir semua orang yang menonton animenya, atau setidaknya banyak orang di sekeliling saya, semuanya mengetahui tentang Lovelive, lagu yang dirilis juga semakin banyak, barang-barang yang berkaitan dengan seri tersebut juga makin tak terhitung banyaknya, dan tentunya, fansnya makin banyak.

Dengan adanya jumlah fans yang bertambah banyak, tentunya hal ini adalah suatu hal yang menggembirakan bagi para pembuat. Akan tetapi, dengan bertambahnya jumlah fans, ternyata tidaklah semua fansnya adalah orang-orang yang beradab dan bisa menjaga perilaku mereka.

Selama beberapa tahun ini, ada beberapa kasus-kasus yang saya pandang sebelah mata, tetapi pada kenyataannya, ternyata sedikit banyak bisa mempengaruhi image para fans, yang dirusak oleh kelakuan sebagian kecil fans itu sendiri.


Hal itu saya sadari, dari salah satu doujin Lovelive yang berjudul Lovelight Bringer! Coolish Blue, karangan Kitahara Tomoe, yang sedikit banyak menyinggung tentang perilaku para fans, yang memasukkan beberapa kasus dunia nyata menyangkut para Loveliver. Berbeda dengan dua doujin karangan beliau sebelumnya, pada Doujin kali ini, topik yang diangkat adalah tentang keputusasaan, dan mungkin, merupakan salah satu bentuk protes secara tidak langsung kepada perilaku para fans.


Dalam buku ini, diceritakan tentang Maki yang tiba-tiba tidak bisa lagi menulis lagu, setelah pada akhirnya mereka berhasil memenangkan kompetisi Lovelive, dan popularitas mereka melejit setinggi-tingginya.

hal itu disebabkan karena Maki mulai kehilangan tujuan, dan dengan semakin terkenalnya mereka, banyak perilaku fans yang tidak etis, mulai dari surat-surat ancaman, perilaku membuang sampah sembarangan pada saat selesai konser, dan juga banyaknya CD dan majalah u’s yang dibuang di tempat sampah. Sehingga Maki merasa putus asa, karena jerih payahnya membuat lagu, disia-siakan seperti itu.

Kejadian pada dunia nyatanya, mungkin tidaklah seekstrim dengan contoh di buku tersebut. Fans tidaklah sampai membuang CD mereka di tempat sampah, tetapi tidak bisa dipungkiri kalau ada beberapa fans yang membeli beberapa CD atau BD dalam jumlah banyak, dan kemudian menjualnya lagi ke toko barang bekas, dengan stok yang sangat menumpuk. Antara lain adalah :


CD Single Takaramonozu, dengan binus kode SR untuk game Smartphone Lovelive! School Idol Festival. Satu CD dibundel dengan satu kode random, dengan total 3 varian.


BD anime Lovelive! vol. 7, musim pertama. BD ini dibundel dengan kode untuk ikut lotere tiket konser keempat Lovelive! pada tahun 2014 lalu (Next Lovelive! Endless Parade). Agar kemungkinan dapat tiketnya lebih tinggi, tentunya mereka membeli lebih dari satu BD.


Masih berkaitan dengan tiket konser, kali ini kode untuk ikut lotere tiket konser kelima Lovelive! yang akan diadakan sebentar lagi (Go->Go-> Lovelive 2015 Dream Sensation), dibundel dengan BD anime Lovelive! musim kedua, vol. 1. Konon, ada satu penggemar yang membeli BD ini sampai 10 keping, demi mendapatkan tiketnya.

Hasilnya… harga BD tersebut turun seturun-turunnya, karena orang yang sudah membelinya, menjualnya kembali, karena hanya membutuhkan kodenya.

Selain produk yang disebutkan di atas, tentunya masih ada lagi, tetapi barang-barang di atas adalah salah satu contoh ekstrim, bagaimana mereka tidak menghargai karya tersebut. Pada akhirnya, bila hal ini terus berlanjut, mungkin CD atau BD Lovelive! bisa turun sekali harganya, sampai mungkin tidak laku lagi dijual di toko barang bekas, layaknya grup idola terkenal di Jepang, yang membundel CDnya dengan tiket untuk jabat tangan dengan para idola grup tersebut.


Yes, this group.. Need i say more?

Sedangkan untuk kasus-kasus yang agak mencoreng nama penggemar lainnya adalah:

  • Bulan Agustus 2013 :

Kasus Takemura & Loveliver

Bagi yang menonton anime Lovelive, pasti tahu kan kalau keluarga Honoka punya toko jualan kue, yang nama tokonya Homura, yang mengambil referensi dari toko serupa di dunia nyata, dengan nama yang berbeda, yaitu Takemura.
Pada saat ulang tahun Honoka, beberapa Loveliver pergi ke sana dan mau merayakan ulang tahun Honoka di sana, tetapi karena toko itu merupakan toko tradisional, sehingga terdapat peraturan-peraturan seperti : dilarang memakai sepatu di dalam toko dan dilarang menggunakan HP, tetapi semua itu dilanggar oleh para Loveliver tersebut,bahkan mereka memainkan School Idol Festival sambil berisik di dalam toko.

Akibatnya, para pelanggan biasa meninggalkan toko, dan saat itu pun muncul
ancaman kalau Loveliver dilarang datang lagi ke dalam toko itu (meski akhirnya larangan itu sepertinya dicabut sih).

Yang memalukannya, bahkan Nitta Emi, pengisi suara Kousaka Honoka pun sampai membuat blog post,meminta maaf atas perilaku para penggemar, yang bisa dibaca lengkapnya di sini

  • Bulan Januari 2014 :


Kasus Ema yang digambar oleh Murota Yuuhei yang dicuri
Pada saat tahun baru, sudah tradisi orang Jepang untuk pergi ke kuil, dan menggambar atau menulis permohonan di papan permohonan kayu (atau disebut juga sebagai Ema), tidak lain juga sang illustrator untuk Lovelive!, Murota Yuuhei, yang juga menggambar Maki-chan dan digantung di kuil.

Tidak lama berselang setelah hari itu, tiba-tiba Ema tersebut hilang tanpa bekas. Sampai saat ini, siapa pelaku dari pencurian Ema tersebut tidak diketahui.

Pada akhirnya, ada orang lain yang sampai membuatkan ema yang sama persis. dengan tulisan yang berbeda, untuk mengingatkan adanya kejadian memalukan tersebut.

  • Bulan Juni 2014:


ada Wafer Lovelive, yang berhadiah kartu kecil di setiap paknya secara acak. Pada saat itu, di salah satu supermarket di Jepang, ada beberapa orang yang mengambil kartu di dalam wafer tersebut, tanpa membeli wafernya. Lebih parah lagi, bungkus wafer tersebut digeletakkan begitu saja di rak toko.

Mungkin, bila kita lihat secara sekilas, kasus tersebut hanyalah kasus yang tidak signifikan, dan tidak memiliki beban terhadap pribadi masing-masing penggemar pada umumnya, tetapi tidak begitu halnya di dalam masyarakat luas. Satu perilaku buruk dari anggota komunitas, ujung-ujungnya juga semuanya akan dianggap sama buruknya dengan orang tersebut.

Bukan cuma di komunitas para penggemar Lovelive, bahkan di komunitas apapun, kemungkinan hal ini terjadi sangatlah mungkin, terutama dengan semakin banyaknya penggemar, semakin sulit juga untuk memperhatikan mereka satu persatu, bahkan cenderung secara pribadi mungkin sudah tidak mau tahu lagi tentang orang lain, asal diri kita sendiri senang.

Poin saya adalah :

Saya tidak mengimplikasikan kalau hal yang sama akan terjadi juga di Indonesia, hanya sekadar mengingatkan untuk tetap menjaga diri dan menjaga moral selama menjadi fans, baik itu fans anime ataupun fans suatu produk, sehingga tidak merepotkan orang-orang lainnya, baik itu masyarakat umum, ataupun juga sesama fans lainnya. Jangan sampai, karena hanya perilaku sekelompok orang, pandangan orang terhadap komunitas atau sesama fans menjadi buruk.

Yang terakhir, Idola (atau suatu merek/seri) dan Fans adalah dua eksistensi yang saling mendukung satu sama lain. Idola tanpa fans tidak akan bertahan, dan juga sebaliknya kita sebagai para fans juga jangan sampai melakukan tindakan-tindakan yang akan merugikan para idola kita, dan terus mendukung mereka. Seperti slogan u’s : Cerita yang dapat diwujudkan dengan bantuan kalian semua. Tanpa para fans setia, mereka tidak akan bertahan sampai saat ini.

Sebentar lagi, Konser Lovelive akan disiarkan di beberapa bioskop luar negeri, seperti Singapore, Taiwan dan bahkan juga Indonesia. Saya hanya berharap semoga acara ini semua bisa berjalan sukses, tanpa adanya hambatan, dan buat teman-teman di Indonesia, mari kita have fun bersama,meski kita terpisah dengan lautan luas, tetapi akhirnya kita bisa bersama-sama menonton konser.

Maju terus! Komunitas Lovelive, dimanapun kalian berada!

Sumber : Matome Naver
Shachiani
Anicobin

In Case You Missed It...