January 29, 2015 — 199 views

[Review] Kaitou Le Vin

Sudah lama sekali saya ingin membaca manga dengan tema suspenses, mata-mata, pencuri budiman dan action terencana atau plot Mission: impossible, Thomas Crown Affair atau Kaito Kids. Semua unsur tersebut akhirnya saya temukan di Kaito Le Vin manga hasil kolaborasi dari Tadash Agi dan Shuu Akimoto.

Mereka merupakan tim pengarang “Drops of God” atau Kami no Shizuku manga. Drops of God manga telah diterbitkan sampai jilid ke-26 di Indonesia saat review ini ditulis.

Kaitou Le Vin secara garis besar bercerita tentang tim pencuri berbudi (aka gentleman thief), misi mereka adalah menemukan, mencuri dan mengembalikan minuman anggur (wine) langka yang telah hilang atau dirampas dimasa lalu kepada pemilik yang seharusnya berhak. Mereka hanya specific mencuri wine.

Sebelumnya pembaca akan diperkenalkan kepada masing-masing anggota Kaitou Le Vin berdasarkan keahlian mereka.

Pertama adalah Mouton seorang artis peniru (imitator) yang ahli dalam penyamaran baik secara visual dan vokal. Dia bisa menyamar sebagai siapa saja yang terkait dengan target atau bahkan tokoh antagonis sendiri.

Secara sekilas Mouton mirip dengan Martin Landau (aka “faceman”) dari Mission: Impossible series.

Anggota kedua adalah Princess Margaux (aka Margot), seorang wanita dari kalangan keluarga aristokrat Eropa, yang mempunyai pengaruh dan kekayaa cukup terpandang didunia. Dia bertindak sebagai “Femme Fatalle” atau “wanita penggoda/penarik perhatian” dalam misi Kaitou Le Vin.

Posisi Margot ini mirip dengan Cinnamon Carter (Mission:Impossible) atau Catherine Benning (Thomas Crown Affair). Dimana mereka bertindak untuk mengalihkan perhatian atau memancing tokoh antagonis sehingga anggota tim yang lain bisa melaksanakan tugasnya.

Anggota ketiga adalah Latour, seorang ahli electronic, hacker dan pencipta alat. Dia bertindak sebagai anggota pendukung atau supporter dalam pelaksanaan misi Kaitou Le Vin.

Latour mirip dengan Barnard “Barney” Collier (Mission:Impossible). Dimana mereka dideskripsikan sebagai seorang spesialis pemalsu atau pencipta peralatan canggih ala James bond.

Berikutnya adalah Lafite merupakan tokoh utama dalam Kaitou Le Vin manga. Dimana dia sebagai anggota tim yang serba bisa, tangguh, charming dan pemimpin tim dilokasi.

Lafite mirip dengan tokoh Ethan Hunt (Mission:Impossible) atau Thomas Crown (Thomas Crown Affair). Selain pemimpin juga bertindak sebagai pelengkap Femme Fatalle dimana Lafite dan Margot digambarkan sebagai pasangan kaya atau potential investor dalam dunia wine.

Misi Kaitou Le Vin selalu dimulai dengan kedatangan seorang calon klien yang bercerita tentang masa lalunya dan hubungannya dengan wine target. Contohnya, wine milik orang tuanya, wine dicuri dari tempat kerjanya atau wine yang dirampas oleh orang karena uang.

Anggota Kaitou Le Vin biasanya meminta imbalan selain uang jika mereka menerima misi tersebut.

Anggota terakhir dalam tim Kaitou Le Vin adalah Haut Brion. Dia bertindak sebagai koordinator dan pengawas dalam misi Kaitou Le Vin dimana dia tidak terjun langsung dalam misi.

Posisi Haut Brion mirip dengan James “Jim” Phelps (Mission: Impossible). Dimana mereka adalah ketua tim yang mengkoordinasi seluruh keahlian anggota tim demi pelaksanaan dan keberhasilan misi.

Misi Kaitou Le Vin dimulai dengan masing-masing anggota menyusup ke lokasi pameran wine yang diadakan disebuah kapal pesiar. Setiap anggota Kaitou Le Vin mengkonfirmasi kehadiran sekaligus mencheck status komunikasi mereka.

Target mereka adalah “Cosmic Wine”, wine langka, karena hanya ada dua botol didunia dan pernah dibawa ke luar angkasa oleh astronout dalam misi ulang-alik sehingga wine ini pernah mengalami keadaan zero gravity dan tidak bisa dibayangkan bagaimana rasa dan aromanya.

Ada dua tokoh antagonis yang dihadapi oleh tim Kaitou Le Vin, yaitu seorang pengusaha bernama Troussier dan jutawan pengoleksi wine benama Rahman.

Troussier ingin menjual Cosmic Wine dengan harga tinggi kepada Rahman untuk meningkatkan investasi sementara Rahman berniat membeli wine tersebut untuk meningkatkan prestige atau wibawa dirinya.


Mula-mula Margot yang menyamar sebagai Catherine, putri dari keluarga Cazes, memperkenalkan dirinya kepada Troussier dan berterimakasih atas undangan pameran wine ini.


Setelah berkenalan dengan Troussier, Catherine memperkenalkan dirinya kepada Rahman. Catherine dengan mempergunakan pesona, aristokrat dan kecantikannya, berhasil menarik perhatian Rahman. Disebutkan mereka pernah bersaing disebuah lelang wine di London.

Secara tersirat, nama Catherine de Cazes, mempunyai pengaruh atau reputasi tinggi dalam dunia aristokrat Eropa atau bisnis wine sehingga Margot bisa lolos dan tidak dicurigai. Belum diketahui apakah ini identitas asli atau palsu Margot (aka Princess Margaux).


Walau Catherine (Margot) punya rencana untuk melumpuhkan Rahman, tapi semua tidak selalu berjalan sesuai rencana dalam pelaksanaanya. Trik Catherine hampir saja gagal saat Rahman terlampau cepat bertanya apa wine yang ingin diminum.

Untungnya Catherine bisa berimprovisasi dengan menawarkan serbet sementara diam-diam dia menaburkan obat tidur kedalam gelas Rahman.

Walau tahap untuk melumpuhkan Rahman hampir melalui beberapa kendala dan hal tak terduga. Catherine akhirnya berhasil melumpuhkan Rahman dengan obat tidur dalam wine.

Sementara Rahman asli tertidur maka Mouton menyamar sebagai Rahman palsu masuk dan menggantikannya. Walau begitu, Catherine masih merasa jijik karena gaya bahasa Mouton sama seperti Rahman.

Adegan ini mirip dengan saat Martin Landau atau Ethan Hunt memulai penyamaran sebagai tokoh antagonis dalam Mission Impossible series.


Sementara Mouton dan Catherine melumpuhkan Rahman pada saat bersamaan Lafite, menyamar sebagai card poker dealer memulai tahap berikut dalam rencana Kaitou Le Vin. Dia mengajak para undangan untuk bermain kartu poker.


Sesuai rencana Kaitou Le Vin, Catherine ikut bermain kartu poker melawan Lafite dan beberapa tamu untuk menarik perhatian para tamu lainnya sehingga perhatian mereka teralih dari wine target.

Walau hampir sebagian besar tamu perhatiannya teralih ke meja poker. Tapi masih ada seorang penjaga yang perhatiannya tidak terusik dan tetap menjaga wine target.

Rencana klimaks tim Kaitou Le Vin hampir gagal ketika penjaga tetap tidak terusik oleh trik kartu yang dipertunjukkan oleh Lafite. Akibatnya Mouton dan Latour harus menahan posisi masing-masing. Tim Kaitou Le Vin mengalami dilema situasi.

Situasi ini bertambah parah pada saat bersamaan Troussier tertarik pada dekorasi roti Croissant Latour dan ingin mencicipinya. Latour dengan tetap tenang memenuhi permintaan tersebut.


Pada saat bersamaan Troussier juga melihat Rahman palsu (aka Mouton) dan menghampirinya. Tanpa sengaja Mouton dalam penyamaran sebagai Rahman mengucapkan kata-kata yang memancing kecurigaan Troussier.

Untung Haut Brion segera bertindak dan menginstruksikan jawaban yang benar kepada Mouton sehingga Troussier tidak curiga lagi.

Pembaca bisa merasakan ketegangan yang dialami Mouton jika dia salah menjawab.

Sementara itu para anggota tim bersiap melakukan antisipasi jika rencana dibatalkan. Haut Brion menemukan ide untuk mengalihkan perhatian dan menyembunyikan wine target. Para anggota Kaitou Le Vin sedikit terkejut mendengarnya.



Sesuai skenario Haut Brion, Catherine setelah menyelesaikan permainan kartu poker akan bermain bilyar. Sementara anggota Kaitou Le Vin lainnya bersiaga untuk melaksanakan peran mereka untuk mengalihkan perhatian para tamu dan penjaga wine target.

Ketika bermain bilyar tiba-tiba terjadi insiden dialami Catherine. Dan terjadi kepanikan para tamu.


Untunglah Lafite dengan sigap berhasil melindungi Catherine dari kejadian yang memalukan. Tanpa sengaja topeng wajah Lafite terlepas dan akhirnya berhasil mengalihkan perhatian penjaga terakhir dari target wine.

Pada saat bersamaan tiba-tiba alarm berbunyi.


Alarm tersebut berbunyi karena Rahman palsu (aka Mouton) tanpa sengaja menyentuh tempat penyimpanan wine target.

Setelah berhasil menyakinkan Troussier maka Rahman palsu mennyelinap keluar diam-diam diantara tamu. Sementara itu pada saat bersamaan Rahman asli muncul setelah sadar dari pengaruh obat tidur.


Sementara di ruang pameran semua seakan berjalan normal. Tanpa seorangpun menyadari tim Kaitou Le Vin berhasil mengganti wine target dengan barang tiruan. Kemudian tim Kaitou Le Vin meninggalkan lokasi dengan mempergunakan perahu karet.



Setelah beberapa waktu Troussier dan Rahman berniat untuk membuka tutup botol wine legendaris tersebut. Tapi saat mencoba membuka kurungan pengaman wine tersebut tanpa sengaja Troussier merusak kurungan tersebut.

Merasa ditipu oleh Troussier, Rahman memutuskan untuk membatalkan pembelian wine dan investasinya.

Dilain tempat dikapal, Latour meninggalkan pesan berupa tiruan kue tart yang menyatakan “Cosmos Wine” telah berhasil dicuri oleh Kaitou Le Vin.



Beberapa waktu kemudian, tim Kaitou Le Vin dan kliennya berkumpul dibar persembunyian mereka untuk mencicipi dan meminum “Cosmos Wine” yang asli.

Disini dideskripsikan “Cosmos Wine” tersebut rasanya seperti keindahan luar angkasa yang luas dan megah.

Haut Brion mengakhiri keberhasilan misi tim Kaitou Le Vin dengan mengajak bersulang bersama dan demi kesehatan bersama.

Kesimpulan

Sekilas Kaitou Le Vin manga series ini mempunyai plot yang mirip dengan plot Mission Impossible series. Tetapi, Kaitou Le Vin manga lebih mengedepankan tema pencurian wine dan pencuri budiman.

Selain itu, Kaitou Le Vin ini mengeksploitasi tema-tema tipe wine dipoles dengan plot suspense, mata-mata dan action membuat manga ini tidak terasa membosankan walau jalan cerita atau plotnya mirip atau diulang.

Manga ini juga punya potensi besar untuk dikembangkan dengan variasi plot, contohnya, ada petugas kepolisian yang ditugaskan khusus untuk memburu Kaitou Le Vin, contohnya inspektur Ginzo Nakamori (Kaitou kid).

Atau ada tim copycat yang meniru aksi, atau ada pencuri lain yang melaksanakan aksinya pada saat bersamaan, dll.

Terus terang saja, saya lebih merekomendasikan Kaitou Le Vin manga daripada Drops of God manga dari pengarang yang sama karena plot dan temanya lebih bagus dan menarik untuk tetap diikuti.

Semoga ada publisher di Indonesia yang mau untuk melisensi dan menerjemahkan manga ini ke Indonesia dan bahasa Indonesia.

Untuk kenyamanan membaca review ini sebaiknya sambil mendengarkan musik ini.

Referensi

Kaitou Le Vin-BakaUpdates

Mission Impossible

Thomas Crown Affairs

Kaitou Kid

In Case You Missed It...