December 22, 2014 — 857 views

[Opini] “Stand by Me Doraemon” Yang Bocor Dan ‘Ancaman’ Dari Pemegang Lisensi

Beberapa hari ini timeline jejaring sosial saya ramai dengan berita mengenai pembajakan Stand by Me Doraemon, dan berani nebak timeline kalian yang membaca artikel saya ini juga demikian. Terlepas dari ada yang pro dan kontra mengenai pembajakan tersebut atau mengenai siapa yang harus bertanggung jawab. Saya juga akan mencoba membahas mengenai hal tersebut.

Santai, jangan panas dulu, saya gak akan bahas apalagi nuduh siapa yang harus disalahkan di artikel ini

Bila sebelumnya artikel saya membahas soal hitung-hitungan kali ini saya mau ngebahas soal lisensi film dan yang berkaitan dengan kasus kali ini film bocor ketika masih ditayangkan di Bioskop. Memang sejauh ini belum ada film di Indonesia yang jadi batal tayang hanya karena film sebelumnya bocor/dibajak, karena kalau sampe terjadi hal seperti itu saya yakin bioskop disini akan sepi.

Tapi kali ini kita lagi ngomongin Jepang, dan karena sebelumnya belum pernah ada kasus seperti ini di Indonesia kita memang belum tahu reaksi pemegang lisensi di Jepang seperti apa. Tapi buat kalian yang belum tahu, setidaknya ada dua kasus anime ‘bocor’ yang membuat pemegang lisensi di Jepang sukses membuat pemegang lisensi di luar negeri sibuk.

Yang pertama adalah kasus pada tahun 2009 silam dimana saat itu leak dari episode terbaru One Piece bocor di Internet, diduga film tersebut diambil dari server Funimation. Akibat dari bocornya episode tersebut penayangan episode tersebut secara online di situs Funimation ditunda.

Selain itu yang paling baru pada tahun 2013 lalu, Madman Entertainment selaku distributor resmi anime Kill la Kill di Australia juga kecolongan karena episode terbaru Kill la Kill bocor di Internet bahkan sebelum waktunnya ditayangkan dan hasilnya, penayangan secara simulcast Kill la Kill dibatalkan dan saat itu seluruh episodenya di situs Madman Entertainment dihapus.

Bisa dilihat dari dua contoh tersebut, meskipun media penayangannya berbeda, ternyata pihak Jepang bisa dibilang cukup sensitif soal bocornya suatu film. Jadi bisa saja pihak Jepang sedang berpikir untuk “Jadi gak ya ini film-film lainnya dikasih juga ke itu pihak Indonesia satu yang bikin bocor film kita??”

Tapi Kenapa Initial D Legend 1 Awakening sepertinya bakal tetap tayang meskipun sudah ada ‘ancaman’? Kemungkinan besar sih karena satu hal ini, yang punya lisensinya beda. Initial D Legend 1 Awakening di Asia Tenggara dipegang oleh ODEX, pihak Indonesia disini Jive Entertainment kemungkinan cuman membantu biar bisa tayang di Bioskop Blitzmegaplex seperti halnya Saint Seiya. Lagipula Initial D Legend 1 Awakening di Jepang lisensinya dipegang oleh Avex Entertainment. Beda dengan The Last – Naruto the Movie dan Live Action Shingeki no Kyojin yang dipegang lisensinya oleh Toho, gak kenal? Mereka pemegang lisensi di Jepang dari film Stand by Me Doraemon yang bocor di Indonesia ini.

Jadi apakah ini cuman gertak sambal doang? Strategi pemasaran biar Stand by Me Doraemon dan film-film lainnya makin laku? Bisa dilihat jawabannya nanti di tahun 2015, tapi saya cukup yakin tetap bakal tayang karena siapa sih yang nolak duit?

Untuk saat ini saya ucapkan selamat bersenang-senang kepada para penggemar Initial D, kalau ketemu saya pas nonton jangan lupa sapa ya

In Case You Missed It...