July 16, 2014 — 8632 views

Kehidupan di Jepang: Perbedaan Transportasi Umum di Jepang dan di Indonesia, Serta Akibatnya Terhadap Gaya Hidup

Setelah beberapa lama merasakan tinggal di Jepang, ada beberapa hal yang saya anggap sangat berbeda antara Jepang dan Indonesia (dalam hal ini, Jakarta), salah satunya adalah transportasi.

Transportasi di Jepang, tidaklah seperti di Jakarta, sebagian besar orang-orang menggunakan transportasi umum, seperti bus dan kereta atau sepeda, tidak seperti di Indonesia, yang masih banyak menggunakan transportasi pribadi, seperti motor dan mobil.. Ya, sekarang sudah mulai berkurang sedikit demi sedikit sih, tetapi tetap saja tidak signifikan.

Hal tersebut mungkin memang sesuatu yang umum, tetapi adanya perbedaan ini, agaknya menurut saya cukup memberikan pengaruh yang berarti dalam gaya hidup mereka, poin-poinnya antara lain:


1) Kereta selalu datang tepat waktu
apabila tidak ada halangan, kereta selalu datang tepat waktu, seuai dengan jadwal, kecuali apabila ada kejadian-kejadian seperti orang yang bunuh diri di kereta, atau perbaikan kereta, dan lain-lain.

Keunggulan tepat waktu ini adalah, tentunya semuanya sebagian besar bisa diprediksi, seperti jam berapa saya harus berangkat, dan harus pulang paling telat jam berapa, karena semuanya bisa diukur menggunakan aplikasi smartphone seperti google maps, dan juga norikae annai, aplikasi yang akurat dalam memberikan waktu-waktu keberangkatan kereta..


Like.. How the hell am i suppose to remember all this shit? Belum lagi, tempat tinggal saya tidak masuk di peta tersebut..

Jujur, apabila tidak ada aplikasi-aplikasi di atas, kemungkinan sudah beberapa kali saya tidak sampai ke rumah… Salah satunya adalah pada saat saya mengantar seorang teman ke Asakusa, dan kemudian kehabisan subway karena sudah kereta terakhir… dan terdampar di stasiun yang entah di mana… Apalagi hari esoknya ada event anime japan.. Hampir saya pasrah, tetapi Setelah mengecek melalui aplikasi norikae annai, ternyata masih ada kereta terakhir dari stasiun terdekat.. akhirnya bisa sampai rumah dengan selamat.


Sebaliknya, kekurangan dari ketepatan waktu ini adalah, menjadikan orang Jepang sebagai orang-orang yang tepat waktu dan teratur.
Lho? bukannya tepat waktu itu hal yang bagus?
iya, apabila semuanya terjadi sesuai dengan yang diharapkan.. salah satu contohnya adalah misalnya ada orang yang bunuh diri di kereta, seluruh jadwal yang sudah disusun, akan terhambat semuanya, dan karena mayoritas hampir semua orang menaiki kereta, bisa dibayangkan berapa banyak orang yang akan telat, karena menunggu kereta..

Kalaupun kereta tersebut datang, mereka juga akan berebutan menaiki kereta tersebut, sampai menjadi seperti sarden (ya, tetapi tidak sampai duduk di atap sih).

Selain itu, tidak ada juga alasan jalanan macet, ada juga mungkin macet di tempat tidur masing-masing.


2) waktu habis banyak di kereta, sehingga kebanyakan dihabisakan dengan portable game atau membaca e-book.. atau tidur, bahkan sambil berdiri.

Karena sewa tempat tinggal di tempat-tempat yang dekat dengan pusat kota cenderung mahal, maka banyak sekali orang-orang yang tinggal di pinggiran, demi menghemat biaya sewa bulanan, karena selain tempatnya lebih murah, juga cenderung lebih luas… Tetapi jarak yang ditempuh bisa sekitar 1 jam lebih menggunakan kereta.

Alhasil, sebagian waktu mereka setiap harinya dihabiskan di kereta.. Jadi, apa yang mereka lakukan? Sekali lagi, berbeda dengan di Indo, di sini hampir tidak ada pencopet, bahkan juga chikan-chikan yang kadang muncul di anime juga tidak pernah saya ketemui di kehidupan sebenarnya. Maka dari itu, barang-barang hiburan yang bersifat mobile, tentunya menjadi pilihan utama.

yang pertama adalah smartphone, baik untuk berkomunikasi melalui line messanger, atau bermain game-game android atau iphone (mayoritas orang jepang menggunakan iphone), selain kebanyakan gamenya gratis, juga memang dibawa ke mana-mana

yang kedua adalah tablet, baik untuk bermain atau membaca e-book.. Lagi, selain untuk bermain, memang tablet memilik kegunaan-kegunaan lain

yang ketiga, mungkin Nintendo 3DS.. sudah tak terhitung banyaknya saya melihat orang-orang kantoran yang memainkan 3DS, baik game seperti persona q ataupun monster hunter..
Yang keempat, barulah PSV atau PSP, yang agak jarang saya lihat, dan kalaupun saya lihat, mereka menggunakannya untuk menonton video atau youtube, karena layarnya cukup besar.

Yang lainnya, biasanya seperti laptop, novel, atau juga majalah bulanan dan koran, karena mudah didapat dan juga mudah dibuang.


Tetapi, tentunya yang paling banyak adalah orang yang tidur, karena kebiasaan kerja mereka adalah dari pagi sampai sore, dan malamnya pergi minum-minum dengan atasan, sehingga waktu untuk tidur sepertinya memang agak kurang, apalagi apabila tinggalnya di tempat yang jauh.

3) Adanya halangan yang dinamakan Kereta Terakhir (Shuuden)
Secanggih-canggihnya kereta di Jepang, tetap saja belum bisa beroperasi 24 jam, sehingga aktifitas-aktifitas malam masih terbatas dengan jam operasi kereta, yang berakhir sekitar jam 12 atau jam 1 malam.

Dari sini juga, acara-acara seperti comiket dan lain-lain tidak ada yang berlangsung sampai malam, mungkin juga salah satunya adalah karena alasan ini. Acara-acara yang pernah saya datangi di sini, semuanya berakhir pada sore hari, tidak seperti di Jakarta, yang bisa tutup acara sekitar jam 10 malam.

Kesimpulan?

Tidak ada kesimpulan apa-apa sih.. Hanya saja, dari sini bisa kita lihat adanya perbedaan yang cukup signifikan dalam hal transportasi. Semua tepat waktu, semua berjalan dengan lancar, apakah hal itu merupakan hal yang baik? Ya, memang semua suka hidup teratur, tetapi mungkin kalau selamanya hidup dalam keteraturan, akan timbul kebosanan juga kan?

Hidup di tempat yang tidak teratur jadwalnya seperti di Jakarta, mungkin seringkali membuat kita jenuh, tetapi sisi positifnya adalah adanya variasi setiap harinya, selalu ada kejadian-kejadian yang tak terduga pada saat kita pergi dan pulang dari kantor atau sekolah.

Selain itu juga, orang-orang Indonesia lebih fleksibel dalam soal waktu, dikarenakan mereka sudah terbiasa telat, tidak seperti orang Jepang yang karena sudah terbiasa teratur, sebaliknya mereka tidak bisa menoleransi ketelatan.

Jadi, nikmati saja keseharian kita :3

Note: Sebagian besar dari isi postingan ini semuanya dibuat di dalam kereta, dan di atas adalah foto pada saat jam 10.50 malam di salah satu stasiun, yang seperti bisa dilihat, masih cukup ramai dengan orang-orang.

In Case You Missed It...