September 29, 2014 — 349 views

[Review] Minarai Diva – Anime Pertama Yang Diperankan Secara Live

minarai1

Minarai Diva

Tahun Rilis: 2014
Panjang: 45 menit
Genre: Music, Talkshow

Produksi: Yaoyorozu/NotTV
Sutradara: Ishidate Kotaro
Komposisi Cerita: Ishidate Kotaro
Screenplay: Ishidate Kotaro
Desain Karakter: Adachi Shingo
Pengarah Animasi: cort
Efek Suara: Tokunaga Yoshiaki
Musik: Hajime, Inoue Junichi
Lagu Tema: “Run Girls Run” oleh Minarai Diva

Biasanya anime diproduksi berbulan-bulan sebvelum ditayangkan. Jelas beda dengan sinetron yang pola tapingnya kejar tayang. Kira-kira ada tidak ya anime yang pengerjaanya kejar tayang? Atau malah, animenya diperankan langsung dari studio TV?

Teknologi untuk itu memang belum cukup canggih. Ketika pertama kali menonton “Tiger & Bunny” jujur saja saya awalnya tertarik dengan teknologi live advertising yang digembor-gemborkan. Saya kira setiap episode, logo sponsor yang hadir di kostum setiap superhero bisa berubah-ubah dinamis. Tapi ternyata logo sponsor tersebut sudah fixed hingga animenya selesai. Still a good approach anyway.

Dengan berkembangnya penggunaan 3DCG dalam anime, ide untuk melakukan live show anime kini bisa saja dieksekusi. Dan “Minarai Diva” merupakan anime pertama yang berhasil melakukannya.

minarai2

Minarai Diva aslinya merupakan sebuah idol unit yang terdiri dari Harune Ui dan Aoi Ruri. Mereka adalah virtual idol yang berusaha keras untuk sejajar dengan kakak-kakak mereka. Tapi sebelum itu bisa terwujud, mereka butuh lagu. Komposisi lagunya sudah ada tetapi tidak dengan liriknya. Maka dari itu Minarai Diva membutuhkan bantuan kalian untuk menulis lirik lagu mereka.

Jadi bagaimana cara penonton mengirimkan lirik mereka?

minarai3

Penonton cukup membuat tweet berisi satu bait lirik dan memberi hashtag #MinaraiDivaLyricsEntry. Lalu, setelah tweet dikirim, Ui dan Ruri akan membacakannya secara langsung. Lengkap juga dengan komentar masing masing. Lirik yang masuk kemudian dicatat dan akhirnya dijadikan sebuah lagu betulan yang langsung dinyanyikan saat acara berakhir.

minarai4

Tentu saja setiap lagu memiliki temanya sendiri, yang akan dibacakan Ui dan Ruri di awal acara. Tapi hasil akhirnya kadang-kadang cukup random.

minarai5

Disamping kegiatan mengumpulkan lirik, Minarai Diva tampil dalam format talkshow. Tak ada cerita yang konkrit atau plot twist apapun. Anggap saja ada sebuah acara radio yang punya livestream videonya sendiri. Seperti itulah Minarai Diva. Kedua seiyuu Ui dan Ruri, Yamamoto Nozomi dan Murakawa Rie, membawakan acara seperti penyiar radio. Membicarakan berbagai topik yang trivial dan membaca tweet penonton.

Tapi ada yang lebih dari sekedar itu. Sehingga kita masuk ke pertanyaan: Bagaimana caranya menayangkan anime secara live?

minarai6

Seperti inilah studio NotTV beberapa menit sebelum “Minarai Diva” on-air. Kita bisa lihat ada monitor besar yang menampilkan tweet-tweet penonton, papan tulis untuk menampung lirik yang masuk, beberapa layar yang menampilkan siaran yang dilihat penonton, operator dan pemain musik latar, serta staff dan penonton live. Yamamoto dan Murakawa yang berada diatas panggung cukup bergerak dan berbicara seperti biasa, dan karakter Ui dan Ruri akan melakukan hal yang sama. Inilah yang disebut dengan motion capture. Animasi wajah sendiri dikontrol operator, karena jika ingin menganimasikan wajah dengan mocap, wajah Yamamoto dan Murakawa juga harus dipasangi sensor seperti ini.

minarai7

Hasil mocap diproses seluruhnya secara real time di program MikuMikuDance. Ini bukan sesuatu yang baru, karena MikuMikuDance sudah mendukung berbagai teknik motion capture. Contoh paling gampangnya adalah dengan Kinect. Akan tetapi, input dari Kinect tidak benar-benar akurat… setidaknya dengan Kinect lama. Kinect untuk Xbox One seharusnya bisa lebih baik lagi, tetapi Microsoft masih belum mengeluarkan Kinect khusus komputer. Yang artinya, tim produksi harus kembali ke teknik motion capture konvensional.

minarai8

Bisa dilihat Yamamoto dan Murakawa mengenakan pakaian mocap yang ditutupi kostum. Karena ada sensor di dalamnya, pakaian mereka terlihat bulky. Lalu untuk apa pelampung itu? Saya kurang tahu, tapi kelihatan imut.

Tak perlu takut jika animasinya akan jadi jelek. Animasi dalam Minarai Diva dikepalai oleh cort yang juga menganimasikan anime “Tesagure! Bukatsu-mono” (dan kebetulan sutradara Ishidate Kotaro juga mengepalai anime yang sama), serta sutradara untuk beberapa video klipnya Mtichie M. Animasinya dijamin halus meski sensor mocapnya kelihatannya tak begitu banyak.

Tapi sayangnya, karena metode animasinya yang kelewat eksperimental, beberapa kesalahan teknis terjadi. Di episode pertama saja sudah beberapa kali Ruri “tidak bisa bergerak”, hanya karena sensor di tubuhnya tak terhubung ke program MMD.

minarai9

Atau yang lebih parah lagi, terjebak di pose default MMD dan software rigging lainnya.

minarai10

Tapi salut kepada Yamamoto, Murakawa serta para staff yang kemudian dapat mengatasi masalah ini tanpa terlihat tertekan. Apalagi kedua bintang utama kita justru menggunakan kesalahan teknis ini untuk membuat lelucon. Sebuah cara yang sangat smooth dalam mengalihkan fokus penonton.

minarai11

Staff produksi juga “menghukum diri sendiri” dalam bentuk eyecatch sugestif berikut. Setiap kali terjadi kesalahan teknis, “garis polisi” yang menyensor tubuh Ui dan Ruri akan dipotong satu per satu. Sepertinya staff sudah mengantisipasi kesalahan-kesalahan teknis ini dan memanfaatkannya untuk “kebaikan” penonton. Yeah sure… KEBAIKAN. Staff juga tak ingin Minarai Diva diboikot karena menayangkan pornografi tanpa sensor kan?

minarai12

Yang satu ini sebenarnya bukan sebuah kesalahan teknis tapi sedikit mengganggu juga. Kadang-kadang kamera akan mengambil individual shot untuk Ui dan Ruri. Ada beberapa kasus dimana mereka cukup manyak bergerak, tetapi kamera diletakkan secara statik sehingga ketika kamera menyorot, Ui misalnya, Ui tidak berada ditengah kamera seperti diatas.

minarai13

“Minarai Diva” mungkin akan jadi salah satu seri anime yang datang dan berlalu begitu saja. Konsepnya mungkin membosankan dan tak menarik. Kesalahan teknis masih sering terjadi (atau malah banyak yang berdoa agar kesalahan teknisnya makin banyak?). Tapi “Minarai Diva” menyajikan konsep yang unik dimana anime tidak dianimasikan jauh-jauh hari, tetapi hari itu juga saat tayang. Bisa jadi di masa depan, akan ada radio show yang disajikan dengan konsep yang sama dengan “Minarai Diva”. Ini bisa menjadi sebuah tren baru.

Jangan lupa kirimkan lirik untuk membantu Ui dan Ruri lewat akun @Minarai_Diva

In Case You Missed It...