September 28, 2014 — 6766 views

Review: Mahouka Koukou no Rettousei – Let the shitstorm begin!


Mahouka Koukou no Rettousei (The Irregular at Magic High School), anime dari spring season 2014 yang diangkat dari light novel berjudul sama dan cukup di-hype karena (menurut para penggemarnya) memiliki cerita yang “dalam” dan “kompleks”, setting yang menarik dan karakter yang “unik” dan tidak kalah “kompleks”.

Benarkah itu?

Menceritakan tentang sekolah sihir (Magic High School) di mana para murid-muridnya dididik sebagai “Magician” (penyihir) yang diharapkan dapat berguna dalam masyarakat. Konsep sihir di sini digambarkan sebagai bagian dari teknologi yang menggunakan sistem dan formula-formula tertentu dalam pengaplikasiannya. G̶a̶r̶y̶ ̶S̶t̶u̶ ̶d̶a̶n̶ ̶M̶a̶r̶y̶ ̶S̶u̶e̶ Tatsuya dan Miyuki, kakak-beradik yang merupakan tokoh utama dalam kisah ini adalah murid baru di First High School di mana sistem pembelajarannya terbagi menjadi 2, yaitu First Course yang berisi murid-murid dengan nilai terbaik dan disebut sebagai “Bloom” , dan Second Course, murid-murid dengan nilai akademik yang rendah dan disebut “Weed”. Kedatangan Shiba bersaudara tersebut menggemparkan First High School…

Oke, sejujurnya saya tidak mengerti apa yang pantas di hype dari anime ini. Saya rasa kumpulan dari screenshot-screenshot berikut sudah cukup menggambarkan apa yang bisa diharapkan dari anime ini.



Serius, dialog dalam anime ini bisa dibilang cukup parah. Secara garis besar, isinya terdiri dari 80% eksposisi & technobabble, 10% pujian untuk Tatsuya, dan 10% sisanya “Onii-sama subarashii (please f* me)”.
Technobabble dalam anime ini kurang di-handle dengan baik. Penjelasan mengenai sihir yang sebenarnya tidak terlalu relevan dan berlebihan serta seringkali misplaced sehingga mengganggu alur cerita. Ditambah lagi penjelasan sihir tersebut yang pada akhirnya tidak berguna apa-apa dalam naratif ceritanya. Seolah-olah si pengarang membuat semua dialog itu hanya untuk memamerkan “kepintarannya” (dan membuat penggemarnya merasa “pintar” juga karena “Wow, how sci-fi! How complex!” “Woah, aku bisa mengerti penjelasan serumit ini. Aku pasti jenius!”).

Character

Karakter juga merupakan salah satu kelemahan terbesar anime ini. Tatsuya adalah tokoh utama yang hambar, datar, dan satu-satunya kata yang bisa mendifinisikannya adalah “Gary Stu“. Saking Gary Stu-nya dia sampai-sampai peran karakter lain dalam anime ini hanya berfungsi sebagai pelontar pujian untuk Tatsuya yang seolah-olah adalah dewa dan juruselamat (dan menjadi sumber 10% dialog pujian di atas). Sang adik, Miyuki pun tidak kalah luar biasanya. Jika sang kakak adalah Gary Stu, maka Miyuki adalah “Mary Sue” yang tidak henti-hentinya “menjilat kaki” Tatsuya (dengan harapan agar Tatsuya balas menjilatnya, literally). Yeah, sang imouto yang digambarkan sebagai wanita kuat dengan segala kesempurnaannya hanya berperan sebagai incest fuel (total brother complex) dan seperti yang dikatakan di atas, sumber 10% dialog yang dimulai dengan kata “Onii-sama” (bisa dibilang 90% dialog yang diucapkan Miyuki). Bagaimana dengan karakter yang lain? Oh, memangnya perlukah saya menjelaskan para papan kardus berjalan itu? Lagipula saya sudah hampir lupa dengan setengah karakter dalam anime ini, saking boring dan hambarnya mereka. Dan seperti yang sudah dikatakan di atas, fungsi mereka hanya untuk menonjolkan kemahakuasaan Tatsuya. So yeah, they’re not worth mentioning.

Story

Sejujurnya, sampai tulisan ini dibuat, saya nyaris lupa dengan cerita dalam anime ini. Yang saya ingat dalam arc pertama menceritakan pengalaman Tatsuya dan Miyuki saat masuk First High School, menunjukkan keimbaan dan melakukan hal yang badass, diskriminasi terhadap Tatsuya, dan ditutup dengan serangan teroris asing. Dan oh, Tatsuya and Miyuki save the day.

Arc kedua yaitu Nine Schools Competition. Tentang perlombaan antar sekolah dalam “olahraga sihir”, Tatsuya & Miyuki (dan teman-temannya) menunjukkan keimbaan dan melakukan hal yang badass, muncul gangguan dari organisasi China, Tatsuya save the day.

Arc ketiga, Yokohama Disturbance. Menceritakan serangan teroris China, Tatsuya dkk menunjukkan keimbaan dan melakukan hal yang badass, Tatsuya save the day…..
….oh.

Overview

Setting dan magic system yang sebenarnya cukup menarik, ditambah production value yang juga cukup tinggi membuat anime ini punya potensi untuk menjadi yang terbaik. Namun sayang, karakter yang datar, kaku dan tidak ada perkembangan yang signifikan, alur cerita dengan resolusi yang mudah ditebak, keimbaan Tatsuya (+ Miyuki) yang bagaikan dewa ditambah dengan tokoh antagonis yang menyedihkan sehingga konflik yang terjadi dalam cerita sama sekali tidak terasa tensinya (’cause let’s face it, we know Tatsuya will save the day), dialog repetitif dengan eksposisi yang berlebihan dan penjelasan sihir dengan segala technobabble-nya yang tidak mengalir alami dengan naratif cerita, serta brother complex tingkat akut Miyuki yang terlalu overblown sampai-sampai terkesan….. menjijikan, membuat anime ini jadi menjemukan untuk diikuti. Dan oh, saya rasa tendesi si pengarang yang menjadikan China sebagai “kambing hitam” dalam tiap konflik di Mahouka dapat membuat beberapa orang tidak nyaman dengan pandangannya yang terkesan rasis dan over nasionalistik itu. Tapi biarlah, itu masalah si pengarang sendiri…

Jadi, worth the hype?
I say nope.

Kecuali anda suka cerita dengan tokoh utama imba dan OP as hell yang mampu menyelesaikan segala konflik tanpa berkeringat setetes pun yang dipuja-puja oleh orang-orang sekelilingnya dengan imouto-nya yang brother complex, ditambah dialog yang mencoba terlihat pintar dengan pseudo-science yang berbelit-belit, then this
wish-fulfillment anime is for you!

Mahouka in a nutshell:

PS: Gonna get a lot of shitstorm over this, but oh well… Ini pendapat saya sebagai anime-only watcher yang telah menonton seluruh episode Mahouka dan saya tidak peduli dengan LN-nya.

In Case You Missed It...