November 1, 2014 — 696 views

[review] Shoukoku no Altair


PERHATIAN REVIEW INI MENGANDUNG SPOILER

Akhir-akhir ini semakin banyak diterbitkan manga dengan tema dunia Timur Tengah dengan latar belakang Jalur sutra atau kebudayaan Arab. Manga jenis ini terutama ditampilkan dengan desain atau arts yang sangat indah, detail dan eksotik menggambarkan kemegahan dan situasi politik masyarakat saat itu.

Shoukoku no Altair adalah salah satu manga dari jenis tersebut yang mulai diterbitkan oleh Gramedia Indonesia. Saat review ini ditulis telah diterbitkan jilid ke-2 Shoukoku no Altair. Hasil karya Katou Kotono.


Shoukoku no Altair mengambil setting latar belakang negara Ottoman dan wilayah Mediterania pada periode tahun 1400-1600. Saat itu bangsa Arab telah mendomasi Asia tengah dan menguasai hampir seluruh wilayah Timur Tengah. Sementara itu, bangsa Eropa bersiap melakukan perang salib VI untuk menggembalikan dominasi mereka di Timur Tengah.

Jalan cerita Shoukoku no Altair adalah versi fiksi dimana digambarkan bagaimana bangsa Turkiye (Ottoman) berhasil menghalau para penyerbu Balt-Rhain(Holy German Empire/Eropa) dengan mempersatukan negara-negara di Mediterania melalui diplomasi dan perdagangan.


Tokoh utama Shoukoku no Altair adalah seorang pemuda bernama Tugril Mahmut, seorang Pasha muda (jendral), sebagai kepala dinas luar negeri Turkiye. Dia memiliki misi untuk melobi agar negara-negara Mediterania bersimpati dengan negara Turkiye dalam rangka mencegah invasi Balt-Rhain.

Terdapat empat aspek yang ditonjolkan di Shoukoku no Altair selain aspek sejarah, yaitu:

PERDAGANGAN

Tugril Mahmut memulai misinya dengan pendekatan perdagangan dimana dia merekrut orang lokal sebagai pemandu atau perwakilan untuk melancarkan politik perdangangan disuatu daerah atau Kota.

Secara kebetulan, Mahmut bertemu dengan seorang putri pedagang bernama Niki Al Bahram yang baru saja kehilangan ayahnya. Niki yang sebatang kara dan merasa ditelantarkan karena dia seorang gadis maka memutuskan untuk bergabung dengan Mahmut.

Disini pembaca bisa melihat bahwa ekonomi dan perdagangan saat itu didominasi oleh kaum pria walaupun produk yang dijual diperuntukkan bagi kaum wanita.


Mahmut dan Niki dengan briliant berhasil menarik perhatian para pedagang dan penduduk lokal dengan memperlihatkan produk yang tidak mungkin diabaikan oleh masyarakat, perhiasan, dan dalam jumlah besar pula.

Melalui pemilihan produk yang selektif dan mampu menggugah Id dan ego manusia adalah prinsip marketing dalam menarik perhatian calon pembeli sehingga orang berusaha sekuat tenaganya untuk mendapatkan produk tersebut sebelum dibeli orang lain demi kepuasan dirinya walau dia belum tentu memerlukan produk tersebut.

Cara ini efektif jika seorang pedagang atau usahawan ingin melebarkan usahanya ke suatu negara lain maka masukkan produk yang belum pernah ada dijual dinegara tersebut.

Dalam hal ini, orang-orang yang menelantarkan Niki benar-benar lupa pada pandangan atau prasangka terhadap Niki dan berusaha menarik perhatian Niki agar bisa membeli produknya.



Sebenarnya, ada faktor lain yang membuat rencana Mahmut berjalan lancar. Perhiasan Turkiye adalah produk mewah negeri Turkiye yang dijual terbatas dan diawasi sangat ketat oleh Dewan Divan (Parlemen) Turkiye. Tujuannya adalah untuk meningkatkan nilai jual perhiasan Turkiye.

Disebutkan bahwa setiap tahun Divan Turkiye hanya memperbolehkan 1000 kilogram perhiasan Turkiye diekspor dengan setiap pengiriman hanya 3 kilogram perhiasan. Maka Jika ada pedagang yang bisa membawa 30 kilogram perhiasan Turkiye maka masyarakat akan berbondong-bondong berusaha membeli perhiasan tersebut saat kesempatan masih ada.

Ini dinamakan sistem Protectionism kebalikan dari sistem pasar bebas. Setiap negeri meregulasi setiap produk agar tidak bisa dijual bebas atau hanya dijual terbatas yang hanya bisa dihasilkan didalam negeri tersebut.

Selain itu, jabatan Mahmut sebagai kepala dinas luar negeri Turkiye punya wewenang untuk menggunakan sumber daya dan produk negeri Turkiye terkait misinya.

DIPLOMATIK


Tahap kedua misi Mahmut setelah berhasil membangun kontak dagang adalah menarik simpati negara lain melalui metode diplomasi dan kerjasama.

Dia berencana mengalihkan perhatian pihak lawan atau saingan dagang bahwa rencana perdagangan Turkiye seakan tidak ada sangkut pautnya dengan geopolitik saat itu. Semakin jauh ke timur semakin baik.

Mahmut berencana mengadakan kontak dagang dengan negara Chinili (China) ditimur jauh.


Niki memperkenalkan Mahmut kepada tuan Wan, seorang utusan Chinili yang berdomisili dikota tersebut. Tuan Wan adalah pensiunan komandan pengawal kekaisaran Chinili yang dikirim ke barat.


Mahmut menawarkan kepada tuan Wan untuk membeli produk gelas buatan Venedik (Venesia) dalam jumlah sangat banyak dengan imbalan bahwa pembelian ini akan membawa stabilitas perdamaian di Chinili secara tidak langsung dan jangka panjang.

Disini digambarkan bagaimana negosiasi antara Mahmut dan tuan Wan lebih mengedepankan tujuan jangka panjang daripada tujuan jangka pendek.


Tuan Wan sebagai seorang negarawan dan tentara bisa melihat maksud dan tujuan dari rencana dagang Mahmut, dan memutuskan untuk membeli ratusan ribu produk gelas Venedik.

Bagi tuan Wan transaksi perdagangan ini lebih murah daripada membiarkan ancaman geopolitik luar negeri berkepanjangan bisa mengganggu stabilitas dalam negeri Chinili yang berpotensi menghabiskan lebih besar biaya.

SUPLAI DAN PERMINTAAN


Setelah tahap kedua dalam rencana Mahmut terpenuhi maka tahap berikutnya mulai terlaksana secara tidak langsung.

Dimulai dengan kedatangan armada kapal dagang Venedik ke kota pelabuhan tersebut. Kapal-kapal dagang ini membawa kargo produk gelas Venedik pesanan tuan Wan untuk negara Chinili.

Akibat tingginya permintaan produk gelas Venedik ini secara tidak langsung mengakibatkan kelangkaan bahan pelindung gelas, yaitu serat atau tangkai gandum, yang digunakan untuk melindungi gelas dari guncangan.



Hal ini membuat negara Venedik melancarkan pembelian besar-besaran hasil panen gandum dari sejumlah wilayah penghasil gandum di Centro (Mediterania).

Efek pembelian besar-besaran ini berimbas kepada batalnya pengiriman gandum atau produk pangan ke Balt-Rhain.

Pembaca bisa membayangkan bagaimana keterkaitan satu produk dengan produk lainnya didasarkan pada prinsip keseimbangan suplai dan permintaan. Jika keseimbangan ini terganggu maka berakibat pada gejolak atau terganggunya ketersediaan suatu produk tertentu.

MILITER

Secara tidak langsung pula proses suplai dan permintaan ini membawa kita ke tahap berikut dalam rencana Mahmut.

Dimana, angkatan laut Balt-Rhain bereaksi terhadap pengiriman gandum yang dilakukan oleh konvoi dagang Venedik dengan berusaha mencegat konvoi kapal dagang tersebut.

Untungnya, Venedik juga menugaskan angkatan lautnya untuk mengawal konvoi kapal dagang. Akibatnya, terjadi pertempuran laut antara angkatan laut Balt-Rhain dengan angkatan laut Venedik.


Secara mengejutkan angkatan laut Venedik jauh lebih berpengalaman dalam pertempuran di laut dibandingkan Balt-Rhain. Mereka memanfaatkan hembusan angin dan layar kapal untuk bermanuver menghindari serangan frontal kapal musuh dan menyerang dari sisi samping untuk mengepung armada Balt-Rhain.


Armada Balt-Rhain berusaha mengejar kekalahan mereka tapi sia-sia setelah sejumlah kapal perang ditenggelamkan dan mereka dikalahkan telak oleh angkatan laut Venedik. Seluruh awak dan perwira angkatan laut Balt-Rhain ditawan oleh Venedik.

TUJUAN JANGKA PENDEK VS JANGKA PANJANG


Tahap terakhir dalam misi Mahmut tercapai dengan terjadinya perang terbuka antara negara Balt-Rhain dengan Venedik. Dua kekuatan dominan di Mediterania saat itu saling bertempur karena konflik kepentingan.

Secara garis besar tema Shoukoku no Altair adalah Makro Ekonomi dimana kekuatan ekonomi atau pergerakan investasi atau barang dalam jumlah besar dapat mempengaruhi stabilitas atau meningkatkan pengaruh suatu negara tertentu. Sesuai falsafah “He who rules economy will control the country”.

Manga ini secara sepintas bertemakan kebudayaan atau shounen. Tetapi jika dibaca secara mendalam akan terlihat bahwa manga ini secara tersirat mengajak pembaca untuk mempelajari ilmu perekonomian, hubungan internasional, tata negara, investasi dan perdagangan.

Menurut saya, Shoukoku no Altair adalah salah satu contoh manga terbaik yang membantu mengajarkan pendidikan kepada remaja atau kaum muda melalui media komik.

SANGAT SAYA REKOMENDASIKAN!!

Referensi

Protectionism

Macro Economics

MyAnimelist.Net-Shoukoku no Altair

Shoukoku no Altair (English version)

In Case You Missed It...