October 3, 2014 — 581 views

[Review] Lupin III: Mine Fujiko to Iu Onna – Prekuel Lupin Dengan Bumbu Sensualitas (dan akal tak sehat)

lupin1

Lupin III: Mine Fujiko to Iu Onna

Tahun Rilis: 2012
Panjang: 23 menit
Genre: Action

Produksi: TMS
Adaptasi: “Lupin III” oleh Monkey Punch
Konsep Original: Maurice LeBlanc
Sutradara: Yamamoto Sayo
Komposisi Cerita: Okada Mari
Skrip: Okada Mari
Desain Karakter Original: Monkey Punch
Desain Karakter Anime: Koike Takeshi
Pengarah Artistik: Tamura Seiki
Desain Grafis: Miyano Takashi
Pengarah Animasi: Koike Takeshi
Pengarah Fotografi: Yamada Toyonori
Editing: Nagasaka Tomoki
Musik: Kikuchi Naruyoshi (diproduseri oleh Watanabe Shinichiro)
Lagu Tema: “New Wuthering Heights” oleh Kikuchi Naruyoshi & Pepe Tormento Azucarar, “Duty Friend” oleh NIKIIE

Sekarang, hentikan segalanya selain detak jantungmu dan lihatlah aku.
Mencuri, bukanlah untuk mengambil atau menghancurkan sesuatu.
Mencuri adalah sesuatu yang spesial. Kejahatan yang elegan.
Sebuah amalgam dari rahasia, kejahatan, kenakalan dan teror.
Layaknya Heathcliff dalam “Wuthering Heights”,
Hidup yang didedikasikan untuk mencuri menciptakan sensualitas tertinggi.
Seperti sebuah penjara keseksian yang mana ia tak bisa melarikan diri darinya.
Dasar kerohaniannya adalah tidak diketahui.
Siapakah yang menjadi budak? Siapakah yang menjadi majikan?
Apakah Tuhan melihatnya? Apakah Tuhan membuangnya?
Mencuri telah membuatnya lupa akan segalanya,
Dan menjaga kenangannya dalam jarak yang aman.
Jangan bicara, berlarilah.
Jangan lari, bersembunyilah.
Jika kau menemukanku, hukum aku.
Jika kau menghukumku, bunuh aku.
Selamatkan aku.
Tapi tak ada lagi yang bisa kucuri darimu, hai bocah tolol.
Sudah sejak lama dirimu hampa, seperti aku.
Jadi jika kau ingin melihatku, maka hentikanlah semua yang kau lakukan.
Hentikan segalanya selain detak jantungmu dan lihatlah aku.

Transkrip puisi diatas yang dibawakan oleh Kamina Maya Hashimoto Ichiko, mengiringi komposisi lagu “New Wuthering Heights” dari Kikuchi Naruyoshi dan Pepe Tormento Azucarar. Lagu ini muncul sebagai pembuka anime Lupin III terbaru, “Mine Fujiko to Iu Onna” dalam versi yang sedikit berbeda (makanya ada tambahan kata “New”). Lagu aslinya ada dalam album “New York Hell Sonic Ballet”.

Peringatan 25 tahun Lupin III dirayakan dengan rilisnya sebuah anime prekuel sepanjang 13 episode. “Mine Fujiko to Iu Onna” mengisahkan bagaimana kelima tokoh utama Lupin III bertemu, tentu dari sudut pandang pencuri femme fatale Mine Fujiko. “Mine Fujiko to Iu Onna” juga menjadi penanda kembalinya Lupin III ke gaya original yang dipenakan Monkey Punch: dewasa dan sensual. Lupakan “Castle of Cagliostro” yang bergaya Miyazaki, karena “Mine Fujiko to Iu Onna” 100% tidak cocok ditonton anak-anak.

lupin2

Kita mulai dengan bagaimana Arsene Lupin III bertemu dengan Mine Fujiko. Keduanya sama-sama mengincar benda yang sama, di sebuah pulau yang dihuni sekte sesat. Masing-masing menyusup dengan cara khasnya masing-masing. Lupin mengandalkan kecerdikan dan alat-alat uniknya, sementara Fujiko berpura-pura menjadi selir sang ketua sekte. Long story short, keduanya kegep dan dimasukkan ke penjara. Lupin pun menantang Fujiko, siapa yang bisa lolos lebih cepat, mencuri harta sekte sesat tersebut dan melarikan diri.

lupin3

Karakter lain juga diceritakan asal-usulnya. Jigen Daisuke dulunya merupakan seorang bodyguard yang mendapat tugas melindungi Fujiko yang diam-diam berusaha mencuri pistolnya. Ishikawa Goemon juga masih menjadi samurai yang senang memotong benda-benda tak berguna saat berpapasan dengan Fujiko yang menyamar sebagai atase pemerintah. Sementara dengan inspektur Zenigata… biar saya katakan mereka memiliki sebuah affair yang membuat seorang ajudan Zenigata, Oscar, cemburu.

lupin4

Oh ya, Oscar adalah karkater baru yang tampil dalam anime ini. Dia adalah seorang gay yang mencintai Zenigata. Satu lagi, Oscar terlihat cantik ketika menyamar sebagai perempuan.

Kembali ke cerita, lima episode pertama adalah kisah khas Lupin III. Menampilkan adegan aksi yang intens dan tentu saja wacky karena tingkah lagu Lupin yang playful. Memasuki episode 6, “Mine Fujiko to Iu Onna” menampilkan tajinya.

lupin5

Perlahan-lahan Fujiko mendapatkan kilas balik “masa lalu” yang sangat pedih. Saat kecil, Fujiko dijadikan bahan eksperimen dan menerima berbagai kekerasan fisik. Ada implikasi bahwa Fujiko juga pernah diperkosa. Pelakunya adalah sekelompok orang berkepala burung hantu yang diketuai Count Luis Yu Almeida.

Pelan-pelan semua karakter utama ditarik kedalam kisah Fujiko dan rahasia kelam yang disembunyikan Luis Yu Almeida. Manusia berkepala burung hantu itu bukanlah sebuah ilusi Fujiko karena Lupin dan yang lain juga bisa melihat mereka.

lupin6

Perubahan tone cerita menjadi lebih gritty tentunya memiliki respons yang beragam. Ada yang suka, ada pula yang tidak. Bagi saya sendiri cukup oke. Tapi entah kenapa semakin kebelakang jadi terdengar bullshit. Setelah lihat siapa yang menulis skripnya… Ah, dia lagi. Memang sudah khasnya Okada Mari menulis cerita yang cukup berat tapi WTF banget.

Tapi setidaknya cukup puas di beberapa sektor lain. Saya makin yakin Yamamoto Sayo adalah muridnya Watanabe Shinichiro, karena style dan sense mereka berdua sebelas-duabelas miripnya. Seperti beberapa episode dengan format episodik, eyecatch variatif, serta ada cultural diversity di setiap episodenya. Sepanjang cerita kalian akan dibawa ke berbagai lokasi eksotis diseluruh dunia dengan berbagai tema. Misalnya India dengan tema art nouveau, Timur Tengah, Eropa di era Industrial, hingga Kuba dalam periode revolusi Fidel Castro.

lupin7

Animasi juga tak kalah menarik. Ditukangi Takeshi Koike, mastermind dibalik Redline, animasi bergerak halus dan tetap mempertahankan nuansa slapstick Lupin. Teknik shading juga unik karena efek bayangan hanya berupa arsiran satu arah dengan pensil.

Musik… Musik juga merupakan bagian yang mencolok. Masih ditangani Naruyoshi Kikuchi, tapi diproduseri Watanabe Shinichiro. Ada berbagai musik jazz yang hadir. Jadi teringat dengan soundtracknya “Sakamichi no Apollon” (juga diproduseri Watanabe), tapi lebih hyper. Can’t get enough of that slap bass!

lupin8

“Mine Fujiko to Iu Onna” menyajikan kisah khas Lupin III dalam rasa kekinian. Sifatnya sebagai prekuel juga membuatnya menjadi starting point bagi mereka yang ingin mengikuti serial Lupin dan kawan-kawan. Plotnya tak masuk akal, but nevertheless this is a good anime.

Ah, dan jangan lupakan bahwa “Mine Fujiko to Iu Onna” juga memiliki film sekuelnya, dan kali ini berjudul “Jigen Daisuke no Bohyo”. Versi Blu-Ray akan meluncur bulan November.

lupin9

In Case You Missed It...