August 5, 2014 — 1254 views

[Ulasan Doujinshi] Reflectia – Honoka Mix (All x Honoka)

Pertama-tama, selamat ulang Tahun, Honoka-chan!, yang baru saja berlalu pada tanggal 3 Agustus kemarin.

Lagi, ulasan Doujinshi Lovelive!, kali ini merupakan karangan salah satu circle yang menjadi top 3 saya untuk pasangan Honoka x Maki, tetapi doujin yang akan dibahas, bukan merupakan pairing Honoka dan Maki, tetapi tentang Honoka bersama dengan semua orang lainnya, yang berjudul Honoka Mix!, yang diterbitkan oleh Shindo/Reflectia pada comiket 85 yang lalu.

Honoka, sebagai poros pendiri grup μ’s, gadis yang ceria dan selalu berpikir positif, tentunya memiliki pengaruh kepada semua anggota-anggota lainnya, yang secara tidak langsung sebenarnya bergabung menjadi anggota μ’s, semuanya karena pengaruh dari Honoka.

Buku ini menceritakan bagaimana perasaan yang mereka simpan kepada Honoka, dan betapa besar pengaruh Honoka terhadap diri mereka masing-masing. Setting waktu untuk cerita-cerita ini diambil dari kejadian-kejadian di musim pertama, terutama kebanyakan berpusat pada kejadian di episode 11, dimana Honoka memutuskan untuk berhenti menjadi School Idol, karena Kotori akan pergi ke luar negeri.

Doujinshi ini terdiri dari 84 halaman, dengan total 8 cerita dari sudut pandang masing-masing karakter, terhadap Honoka.


Yang pertama, tentunya Sonoda Umi, gadis berambut biru, teman sejak kecil Honoka. Diceritakan bahwa Umi sedang uring-uringan karena ia selalu memikirkan Honoka, sampai-sampai terbawa ke dalam mimpi. Umi sendiri selalu saja seperti terseret oleh Honoka, sejak ia masih kecil, bahkan sampai ia akhirnya menjadi School Idol, semuanya karena Honoka.

Maka, ia mencoba untuk menghindari Honoka terus-terusan selama seharian, yang pada akhirnya ia menyerah, karena Honoka mengkhawatirkan dirinya yang bersikap tidak sama dengan biasanya, dan Honoka juga merasa kesepian karena tidak bisa berbicara dengan Umi selama sehari ini, meski ia tidak tahu kenapa alasan Umi marah.

Umi :”Kalau Honoka bilang begitu, aku juga tidak bisa melawan, maaf ya karena aku terlalu egois.”

Kemudian, langsung disorot kepada sehari setelah Umi menampar Honoka di episode 11. Pada hari itu, Honoka sama sekali tidak berbicara dengan Umi, bahkan tidak mengirim e-mail kepada Umi. Tentunya Umi juga merasa bersalah dengan kelakuannya, tetapi itu semua ia lakukan agar Honoka kembali menjadi Honoka yang biasanya.

“Pada hari itu, pertama kalinya ia tidak berbicara sepatah katapun, tidak mengirim pesan, bahkan tidak makan siang bersama, dan juga hari itu adalah pertama kalinya aku menampar seseorang, tetapi… Aku percaya bahwa kamu akan kembali lari dan menarik tanganku..”

Cerita kedua, tentunya Minami Kotori, yang juga merupakan teman sejak kecil Honoka. Diceritakan bahwa pada saat kecil, alasan Honoka mengikat rambutnya di kanan adalah agar ia bisa memiliki model rambut yang sama dengan Kotori, dan Kotori merasakan kalau Honoka adalah seseorang yang terdekat dengannya, lebih dari siapapun.

Pada saat latihan, Honoka mengubah model rambutnya menjadi ponytail karena gerah, dan Kotori pun ikut mengubah model rambutnya pada saat itu, menyamai Honoka. Pada saat itu pula, Kotori merasa kesulitan untuk mengatakan kepada Honoka kalau ia akan pergi ke luar negeri, karena ia merasa kalau Honoka menjadi semakin jauh darinya, dan juga ia takut untuk melukai perasaan Honoka yang selalu gembira.

Umi :”Kotori, jadi kamu tidak akan mengatakannya kepada Honoka?”

Kotori:”Tidak apa-apa, karena aku tidak ingin membuatnya khawatir.. Melihatnya yang sangat senang dan selalu tertawa, membuatku tidak tega untuk mengatakannya…”

“Entah sejak kapan, ia terasa sangat jauh.. Untuk masalah kerja sambilanku, dan juga bahkan tentang ini, aku selalu menyembunyikannya.. Jadi, sebenarnya, akulah yang kejam..”

Cerita ketiga, Koizumi Hanayo, adik kelas Honoka yang selalu bermimpi untuk bisa menjadi School Idol, tetapi tidak punya rasa percaya diri akan dirinya sendiri.

Diceritakan pada saat Hanayo sedang mampir ke toko manju keluarga Honoka, ia meminta saran kepada Honoka, bagaimana caranya untuk mengeluarkan suara yang besar, karena ia terlalu pemalu.

Honoka:”Apabila kamu mengatakan hal yang ingin sekali kamu sampaikan, tanpa kamu sadari, pasti kamu akan mengeluarkan usara yang besar”

Dari situlah, Hanayo menyadari, apa yang sebenarnya dia inginkan, dan apa yang ingin dia sampaikan. Cerita diakhiri dengan adegan episode 4, pada saat Hanayo bergabung ke dalam grup μ’s.

“yang ingin kusampaikan.. impianku.. Menjadi idola, dan menyampaikan segalanya kepada berbagai macam orang”

Yang keempat, Nishikino Maki, gadis tsundere berambut merah yang membuatkan lagu untuk grup ini, sebelumnya sudah menyerah akan jalan musik, karena ia ditakdirkan untuk menjadi penerus keluarganya yang merupakan dokter.

Diceritakan pada saat Maki pertama kali bertukar alamat e-mail dengan Honoka, dan ia cukup senang karena bisa mendapatkan e-mail dari Honoka, tetapi kebingungan untuk membalasnya.
Tidak lama sesudahnya tiba-tiba Honoka meneleponnya, dan setelahnya, Honoka mengucapkan selamat tidur.

Maki, merasa senang karena ini pertama kalinya ada teman yang mengucapkan selamat tidur kepadanya.

Cerita diakhiri dengan latihan pagi seperti biasanya, dimana Honoka mengucapkan selamat pagi kepada Maki, dengan memanggilnya memakai nama depan.

“Dengan begini, kehidupanku yang membosankan, sedikit demi sedikit menjadi lebih menyenangkan”

Cerita kelima, Hoshizora Rin, gadis tomboy yang sebenarnya juga ingin tampil feminim.

Diceritakan pada saat pembuatan baju untuk lagu Korekara no Someday, Rin tidak percaya diri untuk mengenakan rok, dan pada saat itu muncul Honoka, yang bersama dengan Hanayo dan Maki, meyakinkan Rin kalau dirinya imut dan ceria. Yang paling penting adalah Rin, memiliki sesuatu yang lain daripada member lainnya.

Adegan berpindah pada saat setelah Honoka memutuskan untuk berhenti menjadi School Idol, dan Nico menanyakan kepada para anak kelas 1, apa yang mau mereka lakukan selanjutnya.

Rin:”Tentunya aku tetap akan menjadi School Idol, karena ada orang yang ingin kukembalikan menjadi ceria dan tertawa”

“Honoka-chan lebih bersinar dibandingkan Rin, dan ia paling cocok dengan senyumannya, dibandingkan dengan siapapun.. Aku berharap semoga ia bisa kembali tersenyum”

Keenam, Yazawa Nico, anak kelas 3 yang paling dahulu mencoba menjadi School Idol, merupakan salah satu orang yang mengalami dampak terbesar dengan berhentinya Honoka sebagai School Idol.

Nico, sebagai orang yang pernah merasakan betapa sakitnya ditinggalkan semua anggota klubnya pada saat ia masih kelas 1, dan betapa tidak berdayanya dia sendirian menjaga klub penelitian idola tersebut, sangat marah dengan keputusan Honoka, yang dapat dilihat dengan betapa marahnya dirinya pada saat episode 11.

Diceritakan pada saat Honoka kembali, ia meminta maaf kepada Nico, dan Nico akhirnya menerima kembali Honoka sambil sedikit menyindir Honoka.

“yang sebenarnya kuinginkan adalah.. Teman-teman yang bisa mendukung satu sama lain”

Kedelapan, Toujou Nozomi, wakil ketua OSIS yang sangat hobi dengan ramalan tarot ini, sangat mempercayai kalau semuanya bisa diramal dengan kartu tarot.

Tetapi, ada satu kali ia menanyakan kepada Honoka, apa dia mau coba diramal dengan tarot, untuk menyelesaikan permasalahan dan juga kekhawatirannya

Honoka:”Hmm, gimana ya.. Gimanapun, untuk menyelesaikan masalah dan kekhawatiran, semuanya ujung-ujungnya tergantung pada diri sendiri. Bahkan, Nozomi bisa masuk ke μ’s juga kupikir merupakan keputusan Nozomi sendiri, karena untuk melawan keputusan dari ramalan, semuanya tergantung dari dirimu sendiri kan.”

Pada akhirnya, untuk hari itu Nozomi membeli minuman yang tidak sesuai dengan ramalannya pada hari itu, dan hal itu membuat Eli bingung.

Nozomi:”Honoka-chan, aku sama sekali tidak menyesal telah bergabung dengan μ’s”

Akhirnya, yang terakhir adalah Ayase Eli, sang ketua OSIS yang seringkali dibenci karena ketegasannya.

Diceritakan pada saat sebelum μ’s terbentuk, Eli membeli roti yang kebetulan disukai Honoka, dan Honoka kemudian komplain kepada sang penjual kenapa roti itu habis? Bibi penjual roti mengatakan kalau roti itu dibeli oleh Eli. Pada akhirnya, Honoka hanya menghindar dan membeli roti Yakisoba.

Setelah μ’s berdiri, sekali lagi Honoka kebetulan sedang makan siang dan mengajak Eli makan bersama, dan memberikan roti yang sama seperti yang dulu Eli pernah beli.

Eli mengatakan Honoka berubah dari yang dulu, yang sebelumnya sangat ingin sekali roti tersebut, kenapa mau membaginya kepada Eli?

Honoka:”Habis, makanan yang enak kan lebih baik kalau dimakan bersama-sama, daripada sendiri”

Eri:”Ini.. ga enak lho.. tapi bohong.. lebih enak daripada yang kumakan dulu”

“Bisa bercanda seperti ini, ternyata sebahagia ini ya…”

Kesan Akhir

Meskipun cerita yang diambil agak ketinggalan, karena semuanya masih mengambil cerita dari musim pertama, tetapi saya cukup suka dengan doujinshi ini, yang menceritakan betapa berharganya Honoka bagi mereka semua.

Honoka, memang tidak memiliki kelebihan apapun dibandingkan semua teman-temannya yang mempunyai kelebihan masing-masing, bahkan di kalangan fans Jepang, Honoka seringkali menjadi peringkat terendah di kalangan para fans. Akan tetapi, Honoka, dengan segala kekurangan yang dimilikinya, merupakan salah satu figur yang bekerja keras, berpikir positif, dan mengedepankan teman-temannya dibandingkan siapapun.

Cara pandangnya terhadap sekelilingnya itulah, yang menjadi sumber kekuatannya, dan juga menjadi sumber inspirasi bagi orang-orang di sekitarnya.

Sekali lagi,selamat ulang tahun, Honoka-chan! Semoga kau bisa terus menjadi panutan bagi semua member yang lain, dan juga untuk semua fans yang mencintaimu.

Sumber : Pixiv

In Case You Missed It...