August 2, 2014 — 1236 views

[Opini] Kenapa Proyek MAG dan Pembajakan Adalah Masalah Kita Bersama

Mungkin banyak yang sudah mendengar berita bahwa pemerintah Jepang akan memulai gerakan anti-pembajakan anime/manga. Tentunya, hal ini akan berpengaruh besar tidak hanya untuk para fans anime/manga, namun juga ke industri anime/manga sendiri.

This is a good thing.

Namun pertama-tama: pembajakan adalah hal yang ilegal, dan akan tetap ilegal. Fansub, scanlation, dan semacamnya pada intinya adalah kegiatan ilegal dan melanggar hukum. Di Indonesia sendiri, hak cipta dilindungi oleh undang-undang, dan pembaca komik tentunya tidak asing dengan kalimat ini: “dilarang keras menerjemahkan, memfotokopi, atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari penerbit.” Dengan berada di area abu-abu, fansub, scanlation, dan semacamnya tidak memiliki perlindungan hukum sama sekali.

Anime/manga juga tidak dibuat secara gratis. Disebut bahwa jumlah kerugian dari pembajakan online anime/manga mencapai 20 juta dolar AS. Sementara itu, satu episode anime membutuhkan biaya sekitar 145 ribu dolar AS untuk dibuat. 20 juta dolar AS tidak sedikit, dan dapat berguna untuk banyak hal, misalnya, memperbaiki taraf hidup para animator di Jepang.

Memberantas pembajakan adalah hal yang baik bagi industri anime dan manga Jepang. Industri yang semakin besar akan memproduksi semakin banyak karya, membuka lebih banyak lapangan kerja, dan dapat membuat kondisi lingkungan kerja yang lebih baik. Dengan diberantasnya situs ilegal, industri juga akan lebih gencar mempromosikan dan menyediakan jasa dan jalur untuk menikmati konten secara legal. Para fans anime/manga akan dapat mengakses konten yang mereka inginkan secara legal, dan mungkin dengan kualitas dan benefit yang lebih banyak.

Intinya, baik kreator, industri, dan konsumen semuanya akan mendapat banyak manfaat dari pemberantasan pembajakan. Nampaknya, semua akan senang, termasuk juga karakter-karakter anime/manga sendiri.

Sayangnya, tidak semudah itu.

MAG Project menjanjikan dua hal: 1. Memberantas pembajakan anime dan manga, dan 2. Menyediakan jalur untuk menikmati manga/anime secara legal. Dari sini masalahnya dimulai.

Pembajakan, walaupun jelas ilegal, masih merupakan isu yang penuh masalah dan hangat dibicarakan. Tidak hanya industri anime/manga, industri kreatif lain seperti film dan game juga mengalami masalah serupa, dan belum menemukan solusi yang tepat. Untuk situs-situs yang menyimpan anime/manga secara ilegal dan mengambil keuntungan dari melakukannya, sudah jelas kerugian yang dilakukannya. Namun, bagaimana dengan para fans dan fansub yang secara gratis mengsubtitel judul yang tidak dapat didapatkan bahkan secara legal, misalnya? Di satu sisi, pembajakan membuat para kreator dan industri mengalami kerugian yang nyata. Namun, di sisi lain, pembajakan juga dapat berdampak positif bagi para kreator dan industri itu sendiri. Jika tidak ada fansub tokusatsu, misalnya, apa mainan serial Gaim dan TQGer dapat masuk ke toko maina Indonesia? Atau apakah Bima Satria Garuda dapat tayang tanpa adanya fanbase tokusatsu yang kuat di Indonesia, karena tersedianya fansub Tokusatsu? Jika tujuan akhirnya adalah untuk menyebarkan budaya Jepang yaitu anime dan manga, maka pembajakan juga dapat dikatakan membantu hal tersebut, dan mungkin melakukannya dengan lebih efektif. Pembajakan, di paling buruknya adalah pencurian karya, dan di paling baiknya, nampaknya, adalah “kejahatan yang perlu”. Namun hingga saat ini, belum ada yang mempunyai jawaban yang tepat untuk pembajakan. Belum tentu proyek ini akan menghasilkan output yang diharapkan pemerintah Jepang, seberapapun besar dan terhimpunnya proyek ini, dan juga terdapat bahaya dapat munculnya semakin banyak pembajakan. Banyak yang sudah mencoba sebelumnya, dan tidak berhasil.

Jika memberantas pembajakan terlihat seperti masalah yang sulit, maka menyediakan jalur legal untuk dapat menikmati manga/anime juga sama sulitnya. Website MAG, untuk saat ini, hanya menampilkan link ke website luar dimana konten tersebut dapat diakses secara legal, dan masih hanya mencakup sebagian kecil dari konten yang sudah tersedia secara ilegal, dan jika tidak ada alternatif legal, maka tidak ada pilihan selain menggunakan cara ilegal untuk mengakses konten tersebut. Hal ini menjadi masalah, ironisnya, bahkan untuk beberapa konten yang digunakan pada video “Thank You” sebelumnya. Ada alasan kenapa Macross Frontier tidak pernah dirilis secara legal di Amerika, misalnya. Harga juga menjadi masalah tersendiri. Apa layanan yang nanti disediakan dapat memberikan akses ke konten langka dengan harga yang murah, jika harga blu-ray dan DVD animenya saja terlewat tinggi? Namun, masalah terbesar saat ini adalah aksesibilitas konten yang disediakan di website tersebut. Sebagian besar informasi link konten legal di website MAG berada di website yang hanya dapat diakses di beberapa negara, seperti Crunchyroll. Sementara itu, pembajakan sendiri disebut banyak terjadi di situs-situs Asia, dan untuk sekarang informasi yang tersedia tidak mencukupi untuk daerah Asia, terlebih Indonesia. Semakin rumit ketika setiap negara memiliki bahasa, taraf ekonomi, peraturan perundang-undangan, dan permasalahan lisensi karya masing-masing, sehingga diperlukan pendekatan yang berbeda untuk setiap negara mengenai penyediaan konten legal ke negara tersebut. Sulit untuk menjual manga terjemah di Indonesia dengan harga Amerika, misalnya. Dan jika Singapura memiliki konten dengan subtitel Bahasa Inggris, belum berarti konten tersebut akan dengan mudah diterima di Indonesia tanpa sebelumnya di-subtitel ulang dalam Bahasa Indonesia. Untuk dasarnya pun, di Indonesia sendiri saat ini menurut saya pribadi lebih diperlukan langkah-langkah untuk memberitahu para fans pentingnya pengaksesan konten secara legal ketimbang langkah-langkah mengadakan akses ke konten secara legal itu sendiri. Paling tidak, konten legal perlu dianggap terlebih dahulu di mata para fans Indonesia sebagai alternatif konten ilegal yang patut untuk dipertimbangkan.

Namun, hal apapun tidak akan jalan kalau tidak dimulai. Proyek MAG merupakan langkah awal yang dapat dibilang cukup baik, untuk saat ini. Saya yakin hal ini sudah dipikirkan secara matang-matang oleh pemerintah Jepang, dan dapat dilihat dari adanya hal-hal seperti channel TV WakuWaku Japan dan website streaming Daisuki bahwa proyek ini tidak “tiba-tiba” terjadi begitu saja. Tetapi, kedepannya perlu follow-up secara terus-menerus agar proyek ini dapat berjalan dengan baik.

Disinilah peran kita sebagai para fans anime dan manga. Ketika menulis artikel opini ini, saya bingung akan menulis judul apa untuk artikelnya, namun saya rasa judul yang sudah saya tentukan cukup sesuai. Pemerintah Jepang dan industri sangat mengerti bahwa kesuksesan anime dan manga tidak luput dari para fans di seluruh dunia yang sudah men-support perkembangannya hingga saat ini. Sukses atau tidaknya proyek ini sebagian besar tergantung dari kita, para fans. Mungkin belum akan ada jawaban yang memadai mengenai pembajakan, dan mungkin layanan konten legal yang akan disediakan tidak memenuhi kebutuhan para fans. Maka dari itu, masalah ini perlu terus-menerus dibahas bersama, secara dua arah antara para kreator/industri dan fans hingga muncul jawaban yang dapat memuaskan kedua pihak, baik kreator/industri maupun para fans.

Pada akhirnya, pembajakan dan masa depan industri anime/manga adalah masalah kita bersama, dan apa anime dan manga akan terus ada atau tidak sepenuhnya berada di tangan kita.

Website MAG masih berkembang dan belum lengkap. Namun sementara itu, kamu sudah dapat menonton beberapa anime season ini secara legal. Berikutnya daftarnya.

Jika kamu memiliki komentar atau pendapat mengenai proyek MAG itu sendiri, solusi terhadap pembajakan anime, atau artikel ini, silahkan berikan komentar kamu di bawah- let’s discuss! Discussion is good.

In Case You Missed It...